Dalam poin lain, Muhammadiyah mengajak negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Konflik terbuka antarsesama negara Muslim dinilai hanya akan melemahkan posisi strategis umat Islam di tingkat global.
Muhammadiyah juga mendorong penguatan jalur diplomasi multilateral dan bilateral sebagai jalan keluar utama. Menurut organisasi ini, penyelesaian konflik tidak dapat dicapai melalui kekuatan senjata, melainkan melalui perundingan yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.
“Perdamaian dunia hanya bisa terwujud jika semua pihak bersedia menghormati martabat manusia dan hukum internasional,” demikian salah satu kutipan dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan sikap ini menegaskan kembali posisi Muhammadiyah sebagai kekuatan moral yang konsisten menyuarakan perdamaian global. Di tengah kompleksitas geopolitik Timur Tengah, Muhammadiyah berharap suara masyarakat sipil, tokoh agama, dan lembaga internasional dapat menjadi penyeimbang terhadap dominasi kepentingan politik dan militer.
Melalui seruan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia. (red)
