
KUNINGAN – Baru beberapa hari memastikan diri promosi ke Pro Futsal League (PFL) 2026/2027, Proton FC langsung bergerak menyiapkan kekuatan baru. Manajemen klub asal Kabupaten Kuningan itu mulai membuka komunikasi dengan sejumlah pemain, termasuk mengincar pemain asing asal Brasil untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi kasta tertinggi futsal Indonesia.
Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, mengatakan evaluasi tim telah dilakukan setelah keberhasilan menjuarai Pro Futsal League 2. Menurutnya, persaingan di PFL akan jauh lebih kompetitif sehingga klub harus melakukan pembenahan sejak dini.
“Insyaallah kita masih menegosiasikan beberapa penawaran untuk musim depan. Langkah-langkah perbaikan dari hasil evaluasi kemarin terus kita lakukan, termasuk mendatangkan pemain-pemain yang bisa mendongkrak prestasi Proton FC untuk masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Thony kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah merekrut pemain asal Brasil. Negara tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu kiblat futsal dunia dan menjadi pemasok banyak pemain berkualitas di berbagai liga profesional, termasuk di Indonesia.
Meski belum mengungkap identitas pemain yang sedang dibidik, Thony memastikan proses komunikasi masih berjalan dan diharapkan segera menemukan titik terang sebelum kompetisi bergulir.
Menurutnya, kehadiran pemain asing bukan hanya untuk menambah kekuatan tim, tetapi juga memberikan pengalaman dan transfer ilmu kepada pemain-pemain muda Proton FC yang akan menjadi tulang punggung klub pada masa mendatang.
Selain fokus membangun komposisi pemain, Proton FC juga terus mendorong peningkatan fasilitas latihan di Kabupaten Kuningan. Selama ini, keterbatasan sarana membuat tim harus menjalani training center di Kota Bandung agar bisa berlatih dengan fasilitas yang sesuai standar kompetisi nasional.
“Problem terbesar futsal di Kuningan adalah belum tersedianya sarana latihan yang memenuhi standar. Selama persiapan kompetisi kami harus menjalani TC di Bandung. Alhamdulillah, Pak Bupati sudah mengetahui kondisi tersebut dan telah menyiapkan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana. Kami tentu sangat menyambut baik rencana itu,” kata Thony.
Ia berharap keberadaan fasilitas yang lebih representatif nantinya tidak hanya menunjang kebutuhan Proton FC, tetapi juga menjadi pusat pembinaan atlet futsal di Kabupaten Kuningan.
“Kami ingin futsal Kuningan terus berkembang. Prestasi ini harus menjadi awal lahirnya lebih banyak pemain muda berbakat dari daerah,” ujarnya.
Dengan persiapan yang mulai dilakukan sejak sekarang, Proton FC ingin tampil kompetitif pada musim perdananya di Pro Futsal League. Penguatan skuad melalui perekrutan pemain berkualitas, termasuk dari Brasil, serta dukungan fasilitas latihan yang memadai diyakini menjadi fondasi penting untuk menghadapi persaingan di level tertinggi futsal nasional. ***




