
KUNINGAN – Tata letak kabel internet di wilayah Kabupaten Kuningan mendapat perhatian serius Pemkab Kuningan. Bukan karena keindahan atau kerapihan, tetapi akibat penataan yang tidak teratur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan, I Putu Bagiasna, mengungkapkan, kondisi itu akan segera ditataulang. Penataan akan dilakukan di wilayah perkotaan terlebih dahulu.
Langkah awal penataan berdasar pada hasil kesepahaman bersama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan menjalin nota kesepakatan dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Kedua pihak sepakat untuk menata infrastruktur telekomunikasi di wilayah Kabupaten Kuningan.
Menurut, Putu kabel internet yang dinilai kurang estetik itu nantinya akan ditata lebih rapih dan teratur. “Di Jalan Siliwangi, sebelas kabel itu dibebankan oleh satu tiang. Makanya banyak kabel yang terlihat semrawut dan kurang enak dipandang. Selain itu juga, membahayakan pengendara yang melintas,” ujarnya, Selasa, (10/3/2026).
Langkah yang akan dilakukan, kata Putu, yakni dengan mengganti tiang tersebut dengan yang lebih kokoh. Selain itu, pihaknya bersama Apjatel juga berencana menata kabel-kabel tersebut agar ditanam di bawah tanah atau yang biasa disebut dengan sistem ducting.
“Ada sebelas kabel internet provider yang dikenakan ducting. Jadi kami hanya menyediakan bahu jalan, untuk pembangunan dan anggaran itu dari pihak perusahaan,” katanya.
Meski demikian, menurut dia, Pemkab juga memperoleh pendapatan dari pemanfaatan bahu jalan. Hal tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Adapun ruas jalan yang akan diperbaiki melalui program tersebut masih dalam tahap perencanaan, di antaranya dari perempatan Cijoho hingga Taman Kota, perempatan Cijoho hingga DPRD, Taman Kota menuju Jalan Cigadung, serta dari perempatan Cijoho hingga Cirendang. Hingga saat ini, kata Putu, penentuan ruas jalan untuk launching masih dalam proses pembahasan.
Oleh karena itu, pihaknya memohon pengertian kepada pengendara yang melintas, apabila dalam perjalanannya sedikit terganggu karena adanya proses pembangunan.
“Kalau di dalam perjanjian kerjasama (PKS) itu dilaksanakan setelah Idul Fitri. Tentu, ada pembongkaran dan pastinya sedikit terganggu untuk pengendara yang melintas,” tuturnya.
Ia berharap, program tersebut bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan tata kota yang lebih aman, tertib, dan nyaman dipandang. (Icu)




