Tulisan ini tentu bukan larangan untuk mencari makan, bukan pula ajakan untuk hidup tanpa pembangunan. Ini hanya catatan kecil bahwa Ciremai bukan gudang bahan baku dan lerengnya bukan halaman kosong yang siap diatur ulang sesuka hati. Gunung ini menopang lebih banyak kehidupan daripada yang tercantum di laporan tahunan.
Karena bisa jadi, saat kita masih sibuk menghitung keuntungan, alam sedang menghitung kerugian. Dan ketika napas di kaki Ciremai akhirnya terasa sesak, jangan heran barangkali itu bukan tanda alam marah, tapi tanda ia sudah terlalu lama dipaksa diam.**
Penulis : Renis Amarulloh, Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kuningan
