
KUNINGAN – Suasana berbeda terlihat di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan sejak pagi, puluhan orang dari berbagai instansi berdatangan bukan untuk mengikuti rapat atau seremoni, melainkan mengambil bagian dalam aksi donor darah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi salah satu cara BNNK Kuningan memaknai peringatan HANI melalui aksi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain mengampanyekan hidup sehat tanpa narkoba, donor darah dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat tampak hadir. Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan H. Apip Ropi’i, Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes., hadir bersama perwakilan Kejaksaan Negeri Kuningan, Yustina Engelin K., S.H., M.Hum. Dukungan dari kalangan pegiat anti-narkoba juga terlihat melalui kehadiran Ketua DPC GRANAT Kabupaten Kuningan Drs. Dudi Budiana, M.Si., serta Ketua DPD GMDM Kabupaten Kuningan, Neni.
Kepala BNNK Kuningan Agus Mulya, S.Pd., M.Si., mengatakan peringatan HANI tidak semata diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Melalui donor darah ini kami ingin mengajak masyarakat untuk memaknai HANI dengan tindakan yang sederhana tetapi berdampak besar. Darah yang disumbangkan hari ini bukan sekadar membantu sesama, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan semangat hidup sehat,” kata Agus.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Kuningan, Rudi Susanto, S.E., menjelaskan antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sekitar 100 orang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kodim 0615 Kuningan, KPP Pratama, DPMPTSP, Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, hingga pelajar SMAN 2 Kuningan.
Pegawai BNNK Kuningan pun turut ambil bagian. Sebanyak 14 orang pegawai berhasil mendonorkan darahnya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Secara keseluruhan, dari sekitar 100 pendaftar, sebanyak 77 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah.
Menurut Rudi, angka tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial dari para peserta. Tidak semua yang hadir dapat mendonorkan darah karena harus melewati tahapan pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang berlaku.
Melalui momentum HANI 2026, BNNK Kuningan ingin menegaskan bahwa upaya memerangi penyalahgunaan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum atau rehabilitasi, tetapi juga dengan membangun budaya hidup sehat dan produktif.
Sinergi yang terjalin antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas pegiat anti-narkoba itu diharapkan terus berlanjut. Bukan hanya dalam kegiatan sosial, melainkan juga dalam upaya bersama menciptakan Kabupaten Kuningan yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika. ***




