KUNINGAN – Pengamat publik sekaligus Direktur Jamparing Research, Topic Offirstson, menyoroti buruknya pola komunikasi para pejabat teras di Kabupaten Kuningan. Hal itu disebut karena sejak kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dian-Tuti, permasalahan demi permasalahan kerap muncul dan ramai.
Menurut Opik, begitu sapaan akrabnya, setiap persoalan yang muncul, penyampaian informasi kepada publik sering tidak utuh dan kurang terstruktur. Akibat dari itu beragam penafsiran di tengah masyarakat terjadi dan terus ramai, baik langsung maupun di media sosial.
“Banyak faktor yang menyebabkannya, salah satu yang tidak kalah berperan adalah komunikasi. Jika kondisinya ramai seperti ini terus, komunuaksi birokrat kita kurang baik,” tuturnya, saat Podcast di Cikalpedia, Selasa (7/4/2026) malam.
Menurutnya, pola komunikasi yang kurang efektif tersebut menunjukkan belum optimalnya kemampuan komunikasi publik di kalangan pejabat. Selain pejabat yang secara langsung diminta keterangan oleh insan pers atau stakeholder tertentu, peran kehumasa atau juru bicara gedung putih pun belum terasa kehadirannya. Isu-isu strategis yang sudah dilakukan pemerintah belum sepenuhnya diketahui publik.
