
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
Arah kebijakan tersebut ditegaskan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, Senin, (13/7/2026).
Menurutnya, kedua sektor tersebut dipilih karena memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Kuningan di masa mendatang.
”Prioritas ke pertanian dan infrastruktur,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan sektor pertanian menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Selama sekitar satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, kata dia, berbagai program di sektor pertanian mulai menunjukkan hasil yang positif.
Bahkan, menurut Dian, produksi pangan Kabupaten Kuningan disebut telah mencatat surplus hingga sekitar 120 ribu ton. Ke depan, pihaknya juga menargetkan pengembangan rumah sayur sebagai upaya memperkuat rantai pemasaran hasil pertanian lokal.
”Saya meyakini potensi sayur di Kuningan sangat luar biasa. Kuningan akan semakin maju kalau tetap fokus pada pertanian dan pariwisata, ditunjang infrastruktur yang memadai,” katanya.
Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, juga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Dian mengakui masih banyak keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak, namun menurutnya pembangunan infrastruktur membutuhkan proses karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya Pemkab telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 142 ruas jalan. Sementara untuk tahun ini, pekerjaan fisik akan segera dimulai setelah proses pengadaan selesai.
”Perbaikan jalan mulai berjalan setelah proses lelang selesai. Awal Agustus mudah-mudahan sudah mulai dikerjakan, dan tahun depan anggarannya akan kembali kita tingkatkan,” ujarnya.
Dian optimistis kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan akan terus membaik dalam satu hingga dua tahun ke depan. Saat ini tingkat kemantapan jalan disebut telah mencapai sekitar 82 persen.
Ia pun meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan secara bertahap.
”Pembangunan itu proses yang terus berjalan. Aspirasi masyarakat terus bertambah, sementara kemampuan anggaran terbatas. Tapi kami memahami seluruh keluhan masyarakat dan akan menyelesaikannya secara bertahap,” ucapnya.
Meski belum mengingat besaran persentase alokasi anggaran untuk kedua sektor tersebut dalam APBD 2027, Dian memastikan porsi anggaran bagi pertanian dan infrastruktur akan lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
”Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, baik melalui penguatan sektor pertanian maupun percepatan pembangunan infrastruktur,” tutupnya.




