Validasi Data, Tugas Bersama
Sementara itu, Ketua KPU Kuningan, Asep Budi Hartono—akrab disapa Abuhar—mengatakan bahwa pleno ini merupakan titik penting dari kerja panjang ribuan petugas Pantarlih yang telah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) selama beberapa pekan terakhir.
“Hari ini adalah tonggak penting dalam menentukan validitas pemilih. Kami sangat berharap DPS ini benar-benar akurat dan siap untuk ditetapkan menjadi DPT,” ujarnya.
Setelah ditetapkan, lanjut Abuhar, DPS akan diumumkan di seluruh Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Kuningan dan masyarakat diberi waktu 10 hari untuk mengoreksi jika ditemukan kekeliruan data.
“Silakan dicek. Kalau ada salah nama, tanggal lahir, atau elemen lainnya, laporkan melalui PPS atau PPK. Kami akan tindak lanjuti,” katanya.
Transparansi dan Partisipasi Didorong
Afifuddin, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam setiap tahapan pemilu. Ia menyebut, kualitas demokrasi bukan hanya ditentukan oleh penyelenggara, tapi juga oleh tingkat partisipasi dan keaktifan masyarakat.
“Kami butuh masyarakat yang aktif. Keterbukaan data ini salah satunya untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang kehilangan hak pilihnya,” kata Afif.
Ia juga memuji kesiapan teknis dan semangat kerja penyelenggara Pemilu di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, KPU Kuningan telah menunjukkan standar kerja profesional, transparan, dan partisipatif. (ali)
