
Proton FC Kuningan melaju ke Grand Final Pro Futsal League 2 Indonesia setelah membungkam KLN Elite Jakarta. Dominasi tim daerah di panggung nasional.
SUKOHARJO — Gemuruh di GOR Bung Karno, Sukoharjo, akhir pekan lalu menjadi saksi runtuhnya dominasi tim-tim ibu kota. Proton FC Kuningan, tim yang kerap tak diunggulkan di awal musim, justru berhasil mengamankan tiket ke partai puncak Championship Round Pro Futsal League 2 Indonesia. Melalui performa taktis yang disiplin, skuad berjuluk Laskar Kuda Kuning ini menyudahi perlawanan sengit KLN Elite Jakarta dengan skor meyakinkan 3-1.
Kemenangan ini bukan sekedar keberuntungan sesaat, melainkan penegas dominasi yang konsisten ditunjukkan oleh perwakilan Kabupaten Kuningan sepanjang putaran Championship Round. Sejak peluit babak pertama ditiup wasit, anak-anak asuh Rio Pangestu Marasabessy langsung menerapkan intensitas permainan tinggi. Mereka enggan memberikan ruang bagi KLN Elite untuk mengembangkan permainan.
Laga bahkan belum genap berjalan tiga menit ketika papan skor mulai bergerak. M. Dafa Erlangga sukses memecah kebuntuan saat laga baru berjalan dua menit lewat 40 detik. Gol cepat ini menjadi tamparan keras bagi KLN Elite. Tertinggal satu gol membuat koordinasi permainan tim asal Jakarta tersebut goyah. Mereka terus ditekan oleh skema pressing ketat dan transisi kilat yang diperagakan Proton FC.
Menjelang turun minum, dominasi wakil Jawa Barat ini kian tak terbendung. M. Aldi Ramadan berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan KLN Elite untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol ini sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan psikologis yang nyaman bagi Proton FC.
“Kami tidak boleh membiarkan mereka bernapas sejak menit awal. Kuncinya adalah kedisiplinan menjaga area dan kecepatan dalam memanfaatkan transisi,” ujar pelatih kepala Proton FC, Rio Pangestu Marasabessy, saat mengevaluasi jalannya babak pertama.
Memasuki paruh kedua, alih-alih mengendurkan serangan untuk mengamankan keunggulan, Proton FC justru langsung menghentak. Babak kedua baru berjalan 30 detik ketika Reza Rizky Yana mencatatkan namanya di papan skor. Gol kilat ini mengubah kedudukan menjadi 3-0, sebuah defisit yang teramat berat bagi KLN Elite untuk dikejar.
Dalam posisi terdesak, KLN Elite mencoba keluar dari tekanan dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut sempat membuahkan hasil lewat gol hiburan yang dicetak oleh Andika. Namun, solidnya organisasi pertahanan Proton FC yang dipimpin oleh kapten tim membuat sisa waktu pertandingan gagal dimaksimalkan oleh KLN Elite. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Proton FC.
Berdasarkan regulasi resmi dari operator kompetisi, partai Grand Final Pro Futsal League 2 Indonesia akan dimainkan dalam format dua leg yang krusial. Leg pertama dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026, disusul dengan leg penentu pada 28 Juni 2026.
Manajer Proton FC, Dani Iskandar, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan menembus final merupakan buah dari investasi kerja keras kolektif yang konsisten sejak awal musim. “Ini adalah kerja keras pemain, pelatih, dan ofisial yang terus menjaga fokus di tengah ketatnya persaingan kompetisi tahun ini,” kata Dani.
Kendati demikian, euforia ini tidak boleh bertahan terlalu lama. Rio Pangestu kembali mengingatkan anak asuhnya bahwa misi utama mereka belum selesai. “Tiket final sudah di tangan, tapi piala belum dibawa pulang. Saya minta para pemain tetap membumi, menjaga kondisi fisik, dan fokus penuh untuk laga penentuan,” tegas mantan pemain tim nasional tersebut.
Keberhasilan Proton FC ini sekaligus mendobrak narasi usang bahwa kompetisi futsal kasta tertinggi nasional hanya milik klub-klub dari kota besar dengan sokongan dana melimpah. Proton FC membuktikan bahwa dengan pembinaan yang terstruktur dan mentalitas yang tepat, tim dari daerah mampu berbicara banyak di level tertinggi.
Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, langsung melayangkan seruan kepada masyarakat Kuningan dan Jawa Barat untuk merapatkan barisan menjelang dua laga final mendatang. Menurut Thony, dukungan moril dari masyarakat akan menjadi bahan bakar utama bagi para pemain di lapangan.
“Perjuangan belum selesai. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kuningan dan Jawa Barat. Kami akan berjuang maksimal di partai final untuk mengharumkan nama daerah,” ujar Thony dengan nada optimis.
Kini, seluruh mata pencinta futsal di Jawa Barat tertuju pada akhir pekan depan. Dua pertandingan final akan menjadi pembuktian akhir, apakah dongeng indah Proton FC musim ini akan ditutup dengan trofi juara nasional, membawa nama Kuningan bergema di seluruh penjuru Indonesia. ***




