
KUNINGAN — Kabupaten Kuningan meraih peringkat kedua dalam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II 2026 untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat kabupaten.
Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri itu diterima Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat, (28/82026). Dian datang bersama Sekretaris Daerah Kuningan U. Kusmana dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kuningan Deni Hamdani.
Predikat tersebut membawa dukungan program perumahan untuk Kuningan. Pemerintah pusat mengalokasikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 250 unit rumah. Nilainya sekitar Rp5 miliar.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai mampu mengimplementasikan Program 3 Juta Rumah, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, aman, sehat, dan terjangkau.
Dian mengatakan penghargaan itu bukan tujuan utama pemerintah daerah. Menurut dia, ukuran keberhasilan program perumahan adalah manfaat yang diterima masyarakat.
“Yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri, melainkan bagaimana program perumahan benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Rumah adalah kebutuhan dasar, tempat keluarga tumbuh dan membangun masa depan,” kata Dian.
Di Kuningan, dukungan terhadap program tersebut dilakukan melalui sejumlah skema. Salah satunya pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga 2026, sekitar 1.500 unit rumah subsidi telah dibangun pengembang di Kabupaten Kuningan.
Pemerintah daerah juga menjalankan program peningkatan kualitas rumah yang sudah berdiri melalui BSPS. Tahun ini Kuningan memperoleh alokasi 1.293 unit rumah untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih aman dan sehat.
“Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah kita lakukan melalui pembangunan rumah baru maupun peningkatan kualitas rumah yang sudah ada,” ujar Dian.
Dukungan untuk penyediaan rumah juga datang dari lembaga filantropi. Sekitar 200 rumah tercatat dibangun atau mendapat bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dari sektor usaha, sejumlah pengembang ikut membantu 20 rumah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurut Dian, pemerintah daerah tidak mungkin memenuhi kebutuhan hunian sendirian. Karena itu, peran pengembang, dunia usaha, pemerintah desa, lembaga filantropi dan masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan program.
Pemkab Kuningan juga memberikan sejumlah kemudahan bagi MBR. Di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudahan juga diberikan dalam aspek domisili. Masyarakat berpenghasilan rendah yang bekerja di Kuningan, tetapi memiliki kartu tanda penduduk dari daerah lain, dapat mengakses rumah subsidi sepanjang memenuhi persyaratan.
Dari sisi pembiayaan, masyarakat dapat memanfaatkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk memperoleh rumah dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.
Namun, Dian mengingatkan pembangunan perumahan tidak berhenti pada jumlah unit. Rumah harus berada dalam lingkungan yang memiliki prasarana, sarana dan utilitas yang memadai.
“Kita tidak ingin hanya membangun rumah, tetapi juga membangun lingkungan tempat tinggal yang layak,” kata dia.
Pemkab Kuningan selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, pengembang, perbankan, pemerintah desa, dunia usaha serta lembaga filantropi.
Dian mengatakan penghargaan sebagai Terbaik II Regional Jawa-Bali justru menjadi pekerjaan lanjutan. Masih terdapat masyarakat yang membutuhkan rumah layak dan rumah yang perlu ditingkatkan kualitasnya.
“Penghargaan ini jangan membuat kita berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Bagi Kuningan, penghargaan tersebut sekaligus membawa tambahan intervensi pemerintah untuk sektor perumahan. Sebanyak 250 unit rumah yang mendapat dukungan BSPS dengan nilai sekitar Rp5 miliar menjadi salah satu hasil konkret dari capaian tersebut. ***





