KUNINGAN – Tradisi membaca dinilai semakin terkikis di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kuningan. Fenomena itu menjadi refleksi dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 HMI tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat HMI Kuningan, Rabu, (18/2/2026).
Kegiatan itu dihadiri langsung alumni HMI yang juga Presidum KAHMI Kabupaten Kuningan. Tiga di antaranya yaitu, H. Heri Purnama, Dr. Nanan Abdul Manan, dan Arief Aminudin. Ketiganya mendorong agar budaya membaca buku terus digaungkan, guna meningkatkan kapasitas pada setiap kader.
Menurut Nanan, di tengah kondisi teknologi yang semakin pesat, pihaknya mewanti-wanti agar tidak dikendalikan oleh Artificial Intelligence (AI). Oleh sebab itu, kata Nanan, kader HMI harus dapat memanfaatkan teknologi tersebut denagn tetap terus membaca buku.
”Saat ini, kita sudah terkontaminasi dengan informasi dan arus teknologi yang sulit untuk dibendung. Harusnya, kader HMI jangan dikendalikan dengan AI, maka dengan itu pesan saya baca buku sebanyak-banyaknya,” ujar Nanan.
Sementara itu, Arief Aminudin, Kepala Desa Kertayasa yang saat ini merupakan Sekretaris Umum KAHMI Kuningan juga mengungkapkan bahwa kesempatan menjadi mahasiwa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pihaknya mengingatkan bahwa budaya membaca menjadi bagian penting untuk mengawal kader HMI supaya tidak terarus sesuatu yang sifatnya pragmatis.
”Status mahasiswa itu harus dimanfaatkan dengan pengabdian, berpegang teguh terhadap idealisme. Jika mahasiswa sudah masuk ke ranah pragmatis, itu sudah salah kaprah,” kata Arief.
Heri Purnama menambahkan, lahirnya organisasi hijau hitam itu tidak terlepas dari keresahan dikarenakan membaca situasi sosial pada saat itu. Karena itu, menurutnya, kader HMI harus berpikir, seperti yang dikatakan oleh filsuf Rene Descartes yaitu “aku berpikir, maka aku ada”.
”Kader HMI harus berpikir. Jika kader HMI pasif ketika diskusi, berarti tidak berpikir. Cara berpikir kita, ditentukan oleh seberapa banyak membaca buku,” ujar Heri.
Ketua PB PGMNI itu, menyampaikan pesan agar Kader HMI tidak jenuh kala berproses di organisasi. Menurutnya, ketika ingin mencapai harapan yang tinggi, maka harus siap dengan konsekuensi atau tantangan yang menyertainya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai dinamika mahasiswa yang kian tergerus oleh arus teknologi, terlebih dengan terkikisnya budaya membaca. Selain itu, acara juga diisi prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan keberkahan milad HMI. (Icu)
