
KUNINGAN – Sebanyak 1.169 mahasiswa Universitas Kuningan resmi dilepas untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Dengan semangat pengabdian, ribuan mahasiswa tersebut siap terjun langsung ke tengah masyarakat di enam kabupaten dengan membawa misi mendorong desa lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Pelepasan peserta KKN berlangsung di Lapangan Rektorat Kampus I Universitas Kuningan, Senin pagi (13/7/2026). Ribuan mahasiswa tersebut akan dibagi dalam 60 kelompok dan diterjunkan ke enam wilayah, yakni Kabupaten Kuningan, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Majalengka, serta Brebes.
Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Uniku, Dr. Dadang Solihat, menyampaikan bahwa peserta KKN tahun ini berasal dari berbagai fakultas. Ia menyebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 279 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 469 mahasiswa, Fakultas Ilmu Komputer 305 mahasiswa, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan 61 mahasiswa, serta Fakultas Hukum 55 mahasiswa.
Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, mengatakan KKN 2026 mengusung tema “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Literasi Terintegrasi.”
Menurutnya, tema tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan, penguatan UMKM melalui teknologi digital, hingga peningkatan literasi pendidikan, ekonomi, kecerdasan buatan (AI), dan hukum.
“KKN bukan sekedar kewajiban akademik, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan, dan memberikan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar mampu mendampingi mahasiswa secara efektif sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidiman Sang Adipati Kuningan, Prof. Dr. Eeng Ahman, meminta mahasiswa KKN menjadi duta terbaik kampus selama berada di tengah masyarakat.
“Jadilah representasi yang baik dari almamater. Jaga nama baik Universitas Kuningan dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan kearifan lokal. Hormati adat istiadat setempat, dengarkan keluh kesah warga, dan tempatkan diri sebagai mitra yang berjalan beriringan bersama masyarakat,” pesannya.
Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, yang turut hadir melepas peserta KKN memberikan apresiasi kepada Uniku yang terus konsisten menjadikan KKN sebagai wadah pengabdian sekaligus jembatan antara ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada sivitas akademika Universitas Kuningan yang terus konsisten menjadikan KKN bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang pengabdian nyata kepada masyarakat,” ungkapnya didampingi Kadisdikbud Kuningan, Dr. Carlan.
Lebih lanjut, ia menilai Uniku telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya melalui kontribusi mahasiswa yang hadir langsung di desa-desa.
”Pesan saya, jaga nama baik almamater dan Kuningan. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati budaya lokal, tentu menjadikan warga sebagai mitra sejajar dalam program pengabdian,” tutupnya.




