Cikalpedia
”site’s ”site’s
Peristiwa

Sampel Ikan Dewa Balong Keramat Diuji, Berharap Bukan Wabah

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar bersam,a Kadiskanak Kuningan A Taufik Rohman meninjau ikan - ikan dewa yang ada di balong keramat cigugur usai rapat koordinasi. (Istimewa)

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menelusuri penyebab kematian massal ikan dewa di Balong Keramat Cigugur melalui pemeriksaan laboratorium. Sampel ikan telah diambil oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat dan ditargetkan rampung dianalisis dalam waktu maksimal tiga hari. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar utama penentuan langkah penanganan lanjutan.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si menegaskan, seluruh proses penanganan harus dilakukan secara terukur dan berbasis data ilmiah. “Kita tidak boleh berspekulasi. Semua langkah harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dian saat memimpin pertemuan lintas perangkat daerah di Cigugur, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Balai Karantina, unsur kecamatan dan kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Dian menyebut peristiwa kematian ikan keramat ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa, mengingat nilai ekologis, budaya, dan spiritual Balong Keramat bagi masyarakat Cigugur.

“Fenomena ini harus ditangani secara serius, strategis, komprehensif, dan terukur. Pertemuan hari ini tidak boleh berhenti pada diskusi, tapi harus menghasilkan tindakan nyata,” ujar Dian, didampingi Sekretaris Daerah.

Ia meminta perangkat daerah segera menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari penyediaan kolam karantina, evaluasi menyeluruh sistem sirkulasi air masuk dan keluar, hingga kajian teknis terkait kemungkinan pengurasan kolam dan pemulihan ekosistem Balong Keramat secara bertahap. Aspirasi masyarakat, menurut Dian, akan ditampung dan dikaji sesuai kewenangan masing-masing instansi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, menjelaskan bahwa kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh. Berdasarkan pendataan di lapangan, jumlah ikan dewa yang mati mencapai sekitar 305 ekor.

Baca Juga :  94 Jabatan di Pemkab Kuningan Masih Kosong

Related posts

Maskot Polisi ‘Linggar’ Curi Perhatian Pengendara di Kuningan, Ini Aksinya di Jalan

Cikal

Wakil Bupati Kuningan Sampaikan Duka atas Wafatnya Dirut Bank BJB

Alvaro

Wakapolda Jabar Pantau Vaksinasi Massal di Kuningan, Kapolri Beri Arahan Langsung via Zoom

Cikal