
KUNINGAN – Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, terus berproses. Saat ini, proyek pembangunan sekolah tersebut telah memasuki tahap lelang di Kementerian Sosial (Kemensos) RI setelah melalui proses verifikasi dan validasi lintas kementerian.
Sambil menunggu pembangunan rampung, sebanyak 90 siswa untuk tahun ajaran 2026–2027 sementara ditempatkan di Sekolah Rakyat Cirebon. Kebijakan tersebut diambil karena kapasitas Sekolah Rakyat yang sebelumnya beroperasi di SMP Negeri 6 Kuningan belum memungkinkan untuk menampung tambahan peserta didik.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika menjelaskan, Sekolah Rakyat yang berjalan di SMP Negeri 6 Kuningan memiliki keterbatasan daya tampung, karena menerapkan sistem asrama atau boarding school. Dengan kondisi tersebut, penambahan siswa membutuhkan fasilitas tempat tinggal yang memadai.
“Untuk tahun ajaran 2026–2027, kami sudah menitipkan 90 anak di Sekolah Rakyat Cirebon. Sementara yang di SMP 6 hanya bisa menampung sesuai kapasitas asrama yang tersedia,” ungkapnya, Rabu, (14/10/2026) usai menghadiri kegiatan sosialisasi bulying di SMPN 4 Kuningan.
Menurutnya, penempatan sementara tersebut merupakan kebijakan Kemensos agar keberlanjutan pendidikan siswa tetap terjaga tanpa harus menunggu pembangunan Sekolah Rakyat di Kuningan selesai.
Penempatan di Cirebon juga, kata dia, bersifat sementara. Setelah Sekolah Rakyat di Cikandang, Kecamatan Luragung, siap beroperasi, para siswa nantinya direncanakan dapat dipindahkan kembali ke Kuningan.
Terkait progres pembangunan, pihaknya memastikan bahwa rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Cikandang sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti dalam tahapan persiapan.
Ia menyebutkan, proses verifikasi dan validasi telah dilakukan bersama Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Hasil proses tersebut, menurutnya, telah mengantarkan rencana pembangunan ke tahap lelang. Tahap selanjutnya adalah menunggu penetapan pemenang tender yang akan melaksanakan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Alhamdulillah, sejauh ini aman. Kemarin sudah dilakukan verifikasi dan validasi bersama Kemensos, Kementerian PUPR, serta ATR/BPN. Sekarang sudah masuk proses lelang, tinggal menunggu pemenang tender untuk pembangunan Sekolah Rakyat Cikandang,” jelasnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Cikandang, doa berharap, menjadi langkah penting untuk memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Kuningan. Selain menyediakan fasilitas belajar, keberadaan sekolah juga bisa menjawab kebutuhan daya tampung peserta didik seiring bertambahnya angkatan baru.
Dengan demikian, penempatan 90 siswa di Cirebon menjadi solusi sementara agar proses pendidikan tetap berjalan, sembari pemerintah menuntaskan tahapan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kuningan.
Menurutnya, Pemerintah Daerah Kuningan saat ini menunggu kelanjutan proses lelang agar pembangunan dapat segera direalisasikan. Setelah fasilitas di Cikandang siap, siswa yang saat ini dititipkan di Cirebon dapat kembali belajar lebih dekat dengan daerah asalnya.***




