Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pendidikan

Jelang PAS, Dugaan Jual Beli Soal Nodai Kabupaten Pendidikan

KUNINGAN – Isu tak sedap kembali mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Kuningan. Untuk sebuah nilai ujian Penilaian Akhir Semester (PAS), diduga terjadi jual beli naskah soal yang dikeluarkan Disdikbud Kuningan.

Salah seorang akademisi sekaligus pengamat dan pemerhati pendidikan menerangkan, jual beli soal tersebut tidak hanya sekali, melainkan setiap menjelang PAS. Soal yang terbeli dari oknum Dinas Pendidikan Kuningan itu sengaja disiapkan untuk mempermudah peserta didik dalam mengisi soal ujian.

“Kebiasaan ini terjadi di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Kuningan. Jual beli dilakukan orang tua siswa dengan oknum pegawai Disdikbud,” tutur orang yang enggan disebutkan namanya itu kepada Cikalpedia.id. Kamis, (13/11/2025)

Menurutnya, praktik tersebut mencederai proses pendidikan yang seharusnya. Bukannya mendidik dan menanamkan kejujuran, dugaan jual beli soal justru menunjukkan siasat buruk demi mencapai nilai terbaik dalam ujian.

“Ujian atau penilaian akhir semester ini kan momen evaluasi. Guru sedang mengukur sejauhmana keberhasilan anak selama satu semester. Jika soalnya bocor dan sengaja diperjualbelikan, ini kan mencederai semangat pendidikan,” tuturnya.

Selain jual beli soal, pihaknya juga menyebutkan, siasat serupa terjadi di balik les privat yang ditawarkan oknum tenaga pendidik atau guru yang bertugas di wilayah yang sama, yakni lembaga pendidikan lingkup Kecamatan Kuningan.

Les tersebut dimanfaatkan untuk melatih anak mengerjakan soal ujian, sementara soal dan jawaban yang diberikannya persis dengan lembar soal yang diujikan pada momen PAS di satuan pendidikan.

“Bahkan ada oknum guru yang membuka les privat dan memberikan bocoran soal dan jawaban PAS,” tambahnya.

‎Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan kebocoran soal yang bersumber dari pihak-pihak yang memiliki akses terhadap naskah ujian resmi. Praktik tersebut dinilai tidak hanya merugikan peserta didik lain, tetapi juga mencoreng marwah profesi guru sebagai pendidik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan kejujuran.

Baca Juga :  Iwan Bule Serukan Loyalitas Gerindra: “Yang Membangkang, Silakan Keluar Partai”

Karena itu pihaknya berharap, siasat-siasat tersebut tidak terjadi lagi di Kabupaten Kuningan. Momen penilaian yang dilaksanakan persemester itu harus dikelola secara jujur dan berintegritas supaya kualitas pendidikan di Kuningan sejalan dengan cita-cita pendidikan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

‎Mengenai informasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan belum memberikan tanggapan. Ketika dihubungi Cikalpedia, Kasi Kurikulum Sekolah Dasar mengaku sedang sibuk menghadapi BPKP atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

“Besok masih sama BPKP,” ucap Iman Nurfatoni, singkat. (Icu)

Leave a Comment