
KUNINGAN – Suasana di SDN Unggulan Kuningan nampak berbeda dari biasanya. Ketegangan yang bercampur dengan rasa bangga menyelimuti wajah para siswa kelas VI saat mereka bersiap menghadapi Sidang Presentasi Makalah (SIPRIMA). Bukan hanya ujian biasa, kegiatan ini merupakan puncak dari proses pembelajaran inovatif yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Senin (27/4/2026).
SIPRIMA hadir sebagai wadah bagi siswa untuk bertransformasi dari sekadar penerima materi menjadi peneliti cilik. Dengan mengusung pendekatan saintifik (scientific approach), para siswa ditantang untuk menyusun makalah ilmiah sederhana melalui metode pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered).
Proses penyusunan makalah ini tidak dilakukan secara instan. Para siswa dibimbing secara intensif untuk menerapkan langkah-langkah ilmiah yang dikenal dengan istilah 5M:
1. Mengamati: Mencari fenomena atau masalah di lingkungan sekitar.
2. Menanya: Merumuskan rasa penasaran menjadi pertanyaan penelitian.
3. Mencoba: Melakukan eksperimen atau pengumpulan data secara mandiri.
4. Menalar: Mengolah hasil temuan menjadi sebuah kesimpulan logis.
5. Mengomunikasikan: Mempertanggungjawabkan hasil kerja di depan publik.
Puncak dari SIPRIMA adalah sesi presentasi. Layaknya sidang skripsi di perguruan tinggi, setiap siswa harus memaparkan hasil penelitiannya di hadapan dua orang penguji ahli. Menariknya, orang tua siswa turut hadir di dalam ruangan untuk menyaksikan langsung proses adu argumen dan pembuktian ilmiah putra-putri mereka.
“Suasana sidang kami rancang seformal mungkin namun tetap edukatif. Tujuannya agar siswa terlatih keberaniannya, mampu berbicara secara sistematis, dan siap menerima masukan kritis,” ujar Kepala Sekolah SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, S.Pd., M.Pd
Keberhasilan inovasi pendidikan ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di dunia pendidikan setempat, termasuk Ketua Komite Sekolah, Pengawas Sekolah, Korwil, hingga Kepala Bidang Pembinaan SD. Kehadiran mereka menegaskan bahwa langkah SDN Unggulan Kuningan dalam menumbuhkan budaya meneliti sejak dini adalah arah yang tepat bagi masa depan pendidikan di Kuningan.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama. Kehadiran orang tua bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai sistem pendukung yang krusial dalam membangun kepercayaan diri siswa.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini ditutup dengan sesi apresiasi bagi seluruh peserta. SIPRIMA 2026 membuktikan bahwa jika diberi kepercayaan dan metode yang tepat, siswa sekolah dasar mampu menghasilkan karya yang berbasis pada penalaran logis dan metodologi yang kuat. Selamat kepada para peneliti cilik SDN Unggulan Kuningan. ***
Penulis: Ali || Editor: Ali




