“Hari Kamis, kami mendapat kabar dari orang tuanya bahwa anak tersebut sempat kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit pada pagi hari. Sorenya kami mendapat informasi bahwa anak itu meninggal dunia,” ungkapnya.
Ia juga membantah isu lain yang menyebutkan empat siswa SMAN 1 Kadugede mengalami gejala serupa dan dirawat di rumah sakit. Menurutnya, keempat siswa tersebut memang tidak masuk sekolah, tetapi karena sakit yang berbeda.
“Nita tidak masuk sekolah sejak Selasa karena terjatuh saat olahraga dan juga jatuh dari motor. Cika sakit amandel, dan dua siswa lainnya sakit biasa. Jadi tidak benar kalau ada empat siswa sakit karena MBG,” tegasnya.
Maya juga menuturkan bahwa siswa yang meninggal dikenal sebagai anak yang baik dan pendiam. Ia juga aktif sebagai anggota Rohis (Rohani Islam) di sekolah.
“Anaknya sangat baik dan tidak punya masalah. Menurut keterangan teman-temannya, dia sering merasa pusing dan jarang masuk sekolah karena itu. Kami juga belum mendapat keterangan resmi dari orang tuanya terkait penyakit yang diderita,” pungkasnya. (Icu)
previous post
Related posts
- Comments
- Facebook comments
