Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Nasional

SPPG Kasturi Didatangi Wamendagri, Ada Apa?

KUNINGAN — Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelita Jiwa Mandiri Kasturi, Kabupaten Kuningan, dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), usai membuka agenda Retret Eselon III Pemkab Kuningan, Jumat (6/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wiyagus menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan dapur SPPG yang dinilainya bersih, profesional, dan tertata dengan baik.

“Bagus, luar biasa. Bersih dan pengelolaannya profesional. Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG yang lain,” ujar Wiyagus di sela-sela kunjungan.

Menurut dia, kualitas pengelolaan dapur menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan program MBG. Selain soal kebersihan dan standar operasional, Wiyagus juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik, termasuk melalui pemanfaatan media sosial.

Ia menyarankan agar pengelola aktif mengunggah informasi terkait menu makanan, kandungan gizi, hingga proses pengolahan. “Sekarang zamannya media sosial. Informasi soal menu dan gizinya perlu dibuka ke publik,” katanya.

Kunjungan kerja Wamendagri tersebut turut didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, termasuk Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, serta Sekretaris Daerah yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Program MBG.

Owner SPPG Pelita Jiwa Mandiri Kasturi, Cecep Hendie, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan pemerintah daerah yang telah mengarahkan kunjungan kerja Wamendagri ke dapur SPPG Kasturi 2.

Menurut Cecep, kunjungan tersebut menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda selaku Ketua Satgas MBG, atas kepercayaannya. Ini sebuah kehormatan bagi kami,” kata Cecep.

Ia mengakui, meskipun Wamendagri menilai dapur SPPG Kasturi telah sesuai standar, pihaknya tetap berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Baginya, program MBG bukan sekadar soal distribusi makanan, tetapi juga investasi bagi generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  DKC Pramuka Siapkan Kemah Akbar di Subang, Siap-siap Gabung

“SPPG ini untuk kemajuan generasi penerus, terutama para penerima manfaat. Karena itu, kami harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Cecep juga menjelaskan bahwa SPPG Pelita Jiwa Mandiri Kasturi baru beroperasi sekitar tiga minggu. Dalam masa awal tersebut, pihaknya masih terus melakukan penyesuaian, baik dari sisi menu, manajemen, maupun pelayanan.
Indikator keberhasilan utama, menurut Cecep, adalah respons para penerima manfaat. “Kepuasan kami itu kalau ompreng pulang kosong atau sisanya sedikit. Artinya makanan kami bisa diterima,” katanya.

Selain itu, pengelola rutin melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat untuk menyerap masukan dan saran. Evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar perbaikan menu agar sesuai dengan selera dan kebutuhan gizi anak-anak.

Menindaklanjuti arahan Wamendagri, Cecep memastikan pihaknya telah mengelola media sosial sebagai sarana informasi publik. Konten yang diunggah mencakup menu harian, proses pengolahan, serta kandungan gizi makanan.

“Intinya, yang disampaikan Pak Wamen, tinggal dipertahankan dan ditingkatkan. Dari kebersihan, peralatan, sampai manajemen, semua harus sesuai standar,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Cecep juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini ikut mengawal pelaksanaan program MBG. Ia berharap sinergi antara pemerintah, pengelola, dan media dapat terus terjaga demi keberhasilan program nasional tersebut. (ali)