KUNINGAN – Uluran tangan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera terus mengalir. Tidak hanya doa yang dipanjatkan, bantuan langsung berupa uang juga diberikan Unit Pengelola Zakat Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan.

Bencana besar di dua wilayah itu menjadi duka mendalam di akhir tahun 2025. Tidak hanya warga yang terdampak, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia, bahkan dunia. Korban jiwa, orang hilang, dan kerusakan tempat tinggal serta sarana umum menjadi PR untuk dipulihkan.

“Kami sangat merasakan bagaimana beratnya beban yang menimpa saudara kita di Aceh dan Sumatera. Karena itu kami ingin hadir memberikan do’a dan sedikit bantuan,” tutur Ketua UPZ STAIKu, Aep Syaeful Millah, kepada Cikalpedia.id, Rabu (14/1/2026).

Aep menuturkan, sebagai organisasi yang menerima dan mengelola zakat, infak, dan sodakoh, UPZ yang dipimpinnya berupaya hadir untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, ketika terjadi musibah di Aceh dan Sumatera, pihaknya langsung mengumpulkan mengoordinir pegawai dan mahasiswa serta masyarakat untuk sama-sama membantu.

“Alhamdulillah donasi terkumpul sebanyak, 17.404.000,- dan langsung kami salurkan melalui BAZNas Provinsi Jawa Barat,” tuturnya, didampingi unsur pimpinan STAIKU yakni, Sutono sebagai Wakil Ketua Bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama dan, Mukhlisin, sebagai Kaprodi Pendidikan Agama Islam.

Aep juga menyebutkan, bantuan tersebut diterima langsung BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui Layanan UPZ dan Komunitas, dan RM UPZ dan Komunitas. Pihaknya berharap donasi yang sudah dikumpulkan memberikan bermanfaat terutama dalam mendukung pemulihan warga yang terdampak bencana.

“kami juga berterima kasih kepada Pak Ketua STAI Kuningan dan jajaran pimpinan yang sudah memfasilitasi dan selalu mendukung setiap kegiatan yang berorientasi pada kebermanfaatan dan kemaslahatan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua STAIKu, Dedy Setiawan menerangkan bahwa UPZ merupakan salah satu unit khusus yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat dan pelayanan sosial. Keberadaan lembaga itu diharapkan bisa memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sodakoh, baik di kampus yang dipimpinnya maupun pihak eksternal di sekitarnya.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan manfaat dan dampak yang sebesar-besarnya untuk masyarakat. Tidak hanya di bidang pendidikan dan penelitian tetapi juga sosial kemasyarakatan,” tuturnya. (Ceng)