
KUNINGAN – Rencana pembangunan lift di Gedung Pemerintah Kabupaten Kuningan menuai sorotan dari kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari guru honorer asal Kecamatan Kadugede, Mohammad Iqbal.
Ia mempertanyakan urgensi pembangunan fasilitas tersebut di tengah masih banyaknya kebutuhan sektor pendidikan yang dinilai lebih mendesak.
Iqbal menilai, penggunaan anggaran daerah seharusnya mempertimbangkan skala prioritas dan dampak langsung terhadap masyarakat. Menurutnya, sektor pendidikan masih menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan anggaran, terutama bagi para guru honorer dan peningkatan fasilitas pendidikan.
“Kalau berbicara soal prioritas, menurut saya masih banyak kebutuhan di sektor pendidikan yang lebih mendesak. Guru honorer dan sekolah masih membutuhkan perhatian dan dukungan anggaran,” ujarnya, Minggu, (9/8/2026).
Ia tidak mempersoalkan pembangunan infrastruktur pemerintahan secara keseluruhan. Namun, menurutnya, pembangunan lift perlu dikaji kembali dari sisi urgensi, manfaat, serta kemampuan keuangan daerah.
Sebagai seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar di Kadugede, Iqbal berharap kebijakan pembangunan daerah lebih banyak diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
“Jangan sampai anggaran yang terbatas justru digunakan untuk kebutuhan yang belum menjadi prioritas, sementara masih ada persoalan pendidikan yang belum selesai,” katanya.
Iqbal juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kuningan agar lebih terbuka dalam menjelaskan dasar kebutuhan pembangunan lift tersebut kepada publik. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui alasan, besaran anggaran, serta manfaat pembangunan fasilitas tersebut.
Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap penggunaan anggaran daerah semestinya ditempatkan berdasarkan skala prioritas, kebutuhan masyarakat, dan manfaat publik. Terlebih, di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik, kebijakan anggaran dinilai perlu benar-benar menjawab kebutuhan yang paling mendesak.




