KUNINGAN — Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di GOR Ewangga, Kamis (16/4/2026). Puluhan siswa secara bergiliran melafalkan hafalan Juz 30 di hadapan guru dan orang tua mereka. Kegiatan tasmi’ ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses evaluasi hafalan yang telah ditempuh para peserta didik dalam beberapa bulan terakhir.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, hadir di tengah kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Ia duduk menyimak, sesekali memperhatikan para siswa yang melafalkan ayat dengan suara bergetar. Di barisan belakang, sejumlah wali murid tampak menahan haru.
Dalam sambutannya, Tuti menilai capaian para siswa yang telah menuntaskan hafalan Juz 30 sebagai langkah awal yang penting. Menurut dia, proses menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan mengingat teks, tetapi juga menyangkut bagaimana nilai-nilainya dihidupkan dalam keseharian.
“Ini bukan sekadar prestasi akademik. Ada proses panjang yang menunjukkan komitmen, kedisiplinan, dan pembentukan karakter,” kata Tuti.
Ia menyebut, tasmi’ memiliki posisi strategis dalam pembinaan generasi muda, terutama dalam konteks pembangunan sumber daya manusia di daerah. Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata dia, menempatkan penguatan karakter religius sebagai salah satu fondasi pembangunan.
Di sela kegiatan, panitia tampak mengatur jalannya acara secara tertib. Setiap peserta diberi waktu untuk melanjutkan hafalan di hadapan penguji. Beberapa siswa sempat berhenti sejenak, sebelum melanjutkan kembali dengan bimbingan guru. Momen-momen seperti ini justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dinilai.
