Dari situ ia merancang konsep regenerasi yang integratif, meliputi pelatihan sekolah lapang bagi petani muda, distribusi alsintan, penguatan peran Kelompok Wanita Tani, serta inovasi pemasaran melalui Pasar Tani Milenial dan Masagi Mart. “Kalau hanya menyuruh anak muda bertani tanpa memberi dukungan, itu sama saja ilusi. Harus ada ekosistem yang mendukung, dari hulu sampai hilir,” kata Wahyu.
Hasilnya mulai terlihat. Hingga kini, Diskatan mencatat terbentuk 60 kelompok petani milenial dengan partisipasi aktif 685 orang. Sebanyak 80 unit alsintan sudah terdistribusi, sementara pendapatan dan produktivitas petani naik sekitar 20 persen. “Lebih penting lagi, stigma lama terhadap profesi petani mulai runtuh. Ada anak-anak muda yang kini bangga menyebut dirinya petani,” ujarnya.
Meski sedang bertarung dalam ajang bergengsi, Wahyu menegaskan bahwa terobosannya bukan sekedar proyek lomba. “Ini gerakan nyata yang saya harap bisa direplikasi lebih luas, bahkan menjadi model nasional,” tuturnya.
Sikap itu diamini Bupati Dian. “Prestasi ini bukan akhir, tapi awal semangat baru untuk terus berkarya. Wahyu sudah membuktikan inovasinya bermanfaat nyata bagi masyarakat. Saya kira, beliau layak mewakili Jawa Barat di tingkat nasional,” ucapnya.
Kini perjalanan Wahyu tinggal menunggu hasil penilaian visitasi. Jika melangkah ke enam besar, ia akan menghadapi tahap final berupa adu gagasan di depan juri. Dari sana akan dipilih tiga pemenang Anugerah PNS Berprestasi Jawa Barat 2025, sekaligus kandidat untuk tingkat nasional.
Apapun hasilnya, inovasi Wahyu sudah memberi dampak konkret bagi masyarakat Kuningan. Regenerasi petani yang digagasnya bukan sekadar wacana, melainkan menjelma menjadi gerakan yang melibatkan anak muda, kelompok tani, pemerintah, hingga pasar.
Seperti kutipan yang dipakai Bupati Dian dalam testimoni penutupnya yaitu Khairunnas anfa‘uhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Kalimat itu seolah menegaskan bahwa bagi Wahyu Hidayah, kompetisi hanyalah panggung kecil. Yang lebih penting adalah memastikan sektor pertanian tetap hidup, berdaya, dan diwariskan ke generasi berikutnya. (ali)
