
KUNINGAN – Game Roblox merupakan permainan online yang diminati oleh kalangan remaja. Game tersebut dinilai mengasah kreatifitas pengguna, tetapi dibalik itu diduga ada pengaruh negatif, salah satunya menarik pengguna menjadi teroris.
Hal itu disampaikan, Indah Wulansari, selaku Konselor dan Mediator Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, saat ditemui di kantor kerjanya, Selasa,
(30/12/2025).
Ia menjelaskan, di dalam game Roblox telah terdeteksi keberadaan komunitas yang diduga berafiliasi dengan kelompok teroris. Menurutnya, hal itu diketahui karena pihaknya sering berkoordinasi dengan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Densus 88.
“Kami bermitra dengan kepolisian, Roblox game yang salah satunya akan ditutup, karena disitu ada komunitas yang diisi oleh kelompok teroris,” ujarnya.
Menurut Indah, melalui komunitas itu, pengguna yang menjadi sasaran teroris dicekoki video tata cara membuat bom di group WhatsApp ketika pengguna sudah berhasil diajak bergabung dan dinilai memiliki ketertarikan yang sama.
“Jadi setelah tertarik, kemudian dimasukan di group WhatsApp, dikasih cara membuat bom. Saya pernah diskusi dengan teman-teman psikologi yang lain, dan ternyata Roblox itu kan bongkar pasang dan menyusun-nyusun, itu menjadi salah satu pemicunya,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kasus SMAN 72 Jakarta yang baru-baru ini menjadi perhatian publik. Pasalnya, tragedi pengeboman itu diduga ada sangkut pautnya dengan game Roblox tersebut.
“Misalnya kemarin di SMAN 72 Jakarta, itu kan dipicu game online Roblox. Walaupun selain itu, disebabkan faktor bullying juga,” ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada para orang tua, pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak dan remaja, khususnya dalam penggunaan game online.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan aparat penegak hukum sangat penting guna mencegah penyalahgunaan ruang digital oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, sehingga game yang sejatinya menjadi sarana hiburan dan pengembangan kreativitas tidak berubah menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal dan tindakan kekerasan.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.