”Justru dipertanyakan kalau tidak menggunakan CAT, alasannya apa? dan kami tetap berlakukan CAT, kemudian penulisan makalah di tanggal yang sama yaitu tanggal 4, dan nilainya langsung ada,” ujar Toni, Sabtu, (31/1/2026) di Kemenyetian Agama Kuningan.
Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa total pendaftar tersebut akan diseleksi menjadi sepuluh orang atau dua kali kebutuhan pimpinan BAZNAS Kuningan. Kesepuluh nama akan direkomendasikan untuk dites kembali oleh BAZNAS Pusat.
”Setelah direkomendasikan sepuluh nama, baru tahapan lanjutannya akan ada seleksi lanjutan di BAZNas pusat untuk menentukan lima komisioner dan lima lainnya yang tidak terpilih itu akan menjadi cadangan untuk mengganti lima komisioner terpilih,” jelas Toni.
Ketika ditanya siapa saja 20 orsmg pendaftar, ia enggan menyebutkannya. Meski demikian, ia menyebut bahwa diantara pendaftar itu diisi para pendaftar berkualifikasi akademik, mulaid ari lulusan SMA sampai doktor, bahkan ada unsur perempuan.
“Dari dua puluh itu, pendidikan S3 ada tiga orang, dan S2, SMA juga ada, bahkan perempuan juga ada,” tutur Toni
Untuk pelaksanaan CAT dan pembuatan makalah, pihaknya belerjasama dengan Universitas Kuningan. Pada kesempatannya nanti, setiap peserta akan menjawab 150 soal secara acak, sehingga antara peserta tidak ada yang sama. Menuturnya, soal yang akan diberikan sudah dibuat oleh tim.
Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan soal CAT secara profesional, objektif, dan berintegritas, sehingga pelaksanaan ujian berlangsung aman dan soal tidak bocor.
”Soal CAT ada 150 soal untuk pengetahuan umum dan soal itu diacak setiap peserta,” tutup Toni (Icu)
