Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Politik

6 Jagoan PDIP Kuningan Adu Kuat, Siapa yang Tereliminasi Selanjutnya?

Ketua DPC PDIP Kuningan, Nuzul Rachdy

KUNINGAN – Suasana internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Kuningan dipastikan “kondusif dan terkendali” menjelang proses regenerasi kepengurusan DPC. Hal ini ditegaskan Ketua DPC PDIP Kuningan, Nuzul Rachdy, meredam spekulasi yang mulai memanas terkait penjaringan kandidat ketua DPC periode mendatang.

Nuzul memastikan bahwa mekanisme pemilihan berjalan sesuai struktur partai. Kendati tensi politik di tingkat kabupaten mulai terasa, ia menekankan bahwa keputusan akhir tidak akan keluar dalam waktu dekat karena PDIP menganut sistem berjenjang dari pusat hingga daerah.

“Kondisi di DPC mah kondusif. Untuk pemilihan ketua, mudah-mudahan pertengahan Desember. Kita menunggu proses di atas dulu,” ujar Zul sapaan akrab Nuzul Rachdy.

Ia menjelaskan bahwa jadwal pemilihan Konferensi Cabang (Konfercab) Kuningan hanya bisa dilakukan setelah agenda partai di tingkat provinsi selesai. Proses regenerasi struktural ini mengacu pada SK DPP PDIP Nomor 01/2025. Mekanisme penjaringan dan penyaringan calon ketua DPC harus menunggu keputusan tingkat provinsi terlebih dahulu.

“Penjaringan penyaringan itu kan pasca kongres nanti dilanjutkan Konferda (Konferensi Daerah). Tidak lama lagi kita akan melaksanakan Konferda untuk memilih pengurus DPD PDIP. Setelah itu baru Konfercab, itu bertahap,” jelas Zul, merunut alur penentuan jabatan di tubuh banteng moncong putih.

Secara internal, Zul mengungkap bahwa awalnya muncul 16 nama kandidat potensial di Kuningan. Namun, setelah dilakukan seleksi dan konsultasi ketat ke tingkat provinsi, jumlah tersebut menyusut drastis menjadi enam nama utama.

Enam figur yang tersisa tersebut dikonfirmasi sudah dipanggil langsung oleh DPD PDIP Jawa Barat, menandakan bahwa mereka merupakan tokoh-tokoh berpengaruh dengan kapasitas kepemimpinan dan rekam jejak yang solid di struktur partai.

Zul secara eksplisit menyebutkan keenam nama tersebut. “Yang sudah mengerucut menjadi enam itu saya pastikan, saya sendiri, Pak Tresnadi, Bu Ika, Pak Rana, Pak Ridho, dan Bu Lena. Tinggal enam,” tegasnya.

Baca Juga :  RSUD Linggajati Mau Diserahkan ke Provinsi? Ketua DPRD Kuningan Pasang Badan

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa kompetisi internal PDIP Kuningan berada dalam tahap final, namun keputusan penentuan Ketua DPC tetap menjadi otoritas DPP setelah proses berjenjang dari DPD selesai.

Zul secara khusus meminta seluruh kader untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan mengenai siapa yang akan terpilih. Menurutnya, sistem PDIP didesain untuk tidak membuka ruang manuver liar, karena setiap tahapan selalu dikendalikan oleh struktur yang lebih tinggi.

“Jadi bersabar dulu. Kan berjenjang, dari atas dulu baru ke daerah,” katanya.

Zul juga menegaskan kembali bahwa penentuan Ketua DPC bukan sekadar hasil dukungan internal lokal, tetapi merupakan keputusan rapat tertinggi partai yang harus dipatuhi.

Sejumlah pengamat politik lokal sebelumnya menilai persaingan enam nama ini akan menjadi salah satu dinamika paling menarik di Kuningan menjelang tahun politik 2026. Namun, dengan sikap Nuzul yang berkali-kali menekankan stabilitas internal dan kepatuhan struktur, PDIP Kuningan berupaya tampil sebagai partai yang rapi, terukur, dan patuh pada instruksi organisasi.

Dengan menunggu Konferda Jawa Barat digelar dalam waktu dekat, babak baru kepemimpinan PDIP Kuningan tinggal menunggu keputusan final dari tingkatan di atasnya. Bagi enam kandidat yang tersisa, waktu menunggu ini menjadi ruang untuk menunjukkan komitmen, kapasitas, dan loyalitas mereka terhadap garis organisasi. Sebuah prinsip yang telah lama menjadi kultur kuat di tubuh PDIP. (ali)

Leave a Comment