Jabatan yang diperebutkan mencakup empat dinas, di antaranya Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), staf ahli dan DPPKBP3A Kuningan. Proses seleksi akan dilakukan dalam dua gelombang, menyesuaikan dengan kebutuhan pengisian posisi yang kosong.
Persaingan ketat ini, kata Dian, diharapkan melahirkan pejabat yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan berinovasi. Ia menekankan, tantangan birokrasi saat ini menuntut kecepatan dan keberanian dalam mengambil langkah.
“Saya tidak butuh hanya yang pintar secara teori. Harus ada inovasi, ada terobosan, dan berani mengeksekusi,” ujarnya.
Selain itu, seleksi ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi birokrasi di Kuningan. Dalam beberapa tahun ke depan, sejumlah pejabat senior akan memasuki masa pensiun, sehingga dibutuhkan figur baru yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
Dengan 67 peserta yang kini bersaing, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap proses seleksi dapat menghasilkan pejabat definitif yang mampu mengisi kekosongan jabatan sekaligus mendorong kinerja pemerintahan menjadi lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. ***
Penulis: Ali ‖ Editor: Ali
