KUNINGAN – Sebanyak 68 siswa SMPN 2 Maleber dikembalikan kepada masing-masing orang tuanya. Pengembalian anak setelah tiga tahun belajar atau perpisahan tersebut penuh haru bahkan diiringi isak tangis perpisahan.

Acara yang digelar, Rabu (17/6/2026), itu menampilkan beberapa pertunjukan seni dari siswa kelas, di antaranya prosesi upacara adat, tari tradisional, dan sejenisnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Maleber, Arief Muhammad Firmansyah, berterima kasih kepada para pihak, terutama orang tua siswa yang memilih dan mendukung anak-anaknya sekolah di lembaga tersebut. Menurutnya, peran serta orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan setiap anak.

“Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan. Selama proses tiga tahun pasti ada yang kurang berkenan,” tuturnya.

Di sela sambutannya, Arif juga mengenalkan diri karena kehadirannya di lembaga tersebut masih sangat baru. Ia mengaku baru menerima SK Alih Tugas dari guru di SMPN 2 Jalaksana menjadi kepala sekolah pada 22 Mei 2026 lalu.

“Ini menjadi pengalaman pertama saya dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu, mari kita bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang baik di SMPN 2 Maleber,” ujarnya.

Pihaknya mendorong para alumni supaya terus membangun semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia juga berpesan agar anak didiknya tidak berhenti bermimpi, bercita-cita besar menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Teruslah belajar, bekerja keras, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” tuturnya. 

Prosesi penyerahan siswa kembali ke pangkuan orang tua diisi prosesi sungkeman para siswa kepada orang tuanya masing-masing.