KUNINGAN- Tanggapan Bupati Kuningan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi mengenai Raperda tentang RPJMD tahun 2025-2029 enggan didengarkan peserta Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Selasa, 8/7) Tak ayal rapat tersebut digelar singkat.
Rapat yang berlangsung dalam kendali Wakil Ketua III DPRD Kuningan, Saw Tresna Septiani itu memilih menerima tanggapan tertulis atau berkasnya saja tanpa perlu penyampaian Bupati Kuningan. Keputusan itu diambil sesuai sebagian fraksi menyepakati bahwa berkas dari Bupati hanya diserahkan tanpa perlu disampaikan lebih dulu.
Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar didampingi Wakil Bupati, Tuti Andriani menanggapi proses yang sangat cepat itu. Menurutnya, cepat atau lamanya sidang hanya bergantung pada hasil kesepakatan yang dicapai oleh fraksi.
“Yaa gataulah, saya ikut saja bagaimana hasil sidang,” ujarnya sambil ketawa kecil.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa capaian belanja dan pendapatan pada semester pertama masih belum mencapai target yang ditetapkan. Hal ini disebebakan oleh situasi ekonomi yang belum stabil, baik di tingkat nasional, regional, maupun lokal.
“Capaian belanja dan pendapatan ini masih di bawah target pada semester pertama, karena memang situasi kondisi keuangan daerah, ekonomi msayarakat, di pusat, Jawa Barat, bahkan di daerah pun belum stabil,” ujarnya.
Meski demikian, Dian tetap menyatakan optimismenya bahwa di semester kedua kepemimpinannya ini capaian realisasi tersebut akan mencapai target sesuai dengan yang diharapkan bersama.
“Semester satu ini yang pasti di bawah 30%, Pendapatan juga sama, ini dari transfer pusat, provinsi, PAD juga masih terbatas,” tuturnya.
Menurutnya, rencanya capaian di semester I merupakan hal lumrah dan terjadi di waktu-waktu sebelumnya. Sebaliknya, kenaikan biasa terjadi mulai Juli dan Agustus atau di separuh waktu semester kedua. Di waktu tersebut, lanjutnya target pendapatan dan capaian belanja mulai akselerasi atau mengalami percepatan.
“Saya optimis target pendapatan dan belanja akan sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (Icu)
