Cikalpedia
”site’s ”site’s
Opini

Fatamorgana Digital: Generasi yang Lupa Jalan Pulang

Nanan Abdul Manan, Akademisi Universitas Muhammadiyah Kuningan, sekaligus Pemerhati Generasi Muda

(Monolog Pagi dalam hening bersama semesta)

Kita hidup di zaman ketika suara notifikasi lebih keras daripada panggilan nurani.
Ketika jempol lebih sibuk menari di layar, daripada hati yang menimbang arah kehidupan.
Generasi ini begitu pandai mengedit kebahagiaan, namun begitu gagap menghadapi kenyataan.

Mereka memahat citra, bukan karakter.
Menumpuk followers, tapi kehilangan purpose.
Menjadi ahli dalam memoles momen, tapi miskin dalam menyusun masa depan.

Flexing menggantikan refleksi.
Staycation dianggap pencapaian.
Status menjadi kamuflase luka batin yang belum selesai.
Kebahagiaan digital hanyalah fatamorgana yang memantulkan wajah lelah,
yang disembunyikan di balik filter kebahagiaan.

Mereka cepat lelah — bukan karena banyak bekerja,
tetapi karena sedikit bertahan.
Sedikit masalah, langsung menyerah.
Sedikit kritik, langsung runtuh.
Sedikit tantangan, langsung ingin “healing.”

Oh, generasi yang setiap kesedihan ingin dihapus seperti pesan WhatsApp –
padahal luka tidak bisa dihapus dengan clear chat,
ia hanya bisa disembuhkan dengan kedewasaan.

Kita sedang menyaksikan generasi yang kehilangan peta jalan hidupnya.
Berlari di labirin digital tanpa arah,
mengejar validasi tanpa visi,
dan berhenti bukan karena sampai,
tapi karena lelah meniru kebahagiaan orang lain.

Baca Juga :  Lisgenma UNIKU: Literasi Anak di Taman Pelangi Bikin Haru

Related posts

Akhir Jabatan, Rektor Uniku Gelar Halalbihalal Terakhir

Cikal

Land of Dawn, Land of English: How Mobile Legends Bang Bang Teaches Us English

Ceng Pandi

Dekranasda Jabar Gelar Musyawarah Daerah, Perkuat Ekonomi Kreatif di Era Digital

Cikal

Leave a Comment