Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pemerintahan

Perpustakaan Insan Cita Jadi Lokomotif Gagasan dan Keberhasilan Desa Kertayasa

KUNINGAN – Keberhasilan Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung dalam berbagai bidang, terutama tata kelola sampah, tidak lahir dari ruang kosong alias ujug-ujug. Jauh sebelumnya, Pemdes setempat menyediakan ruang gagasan yang disebut perpustakaan.

Pemdes yang dipimpin, Arief Amarudin itu sukses menjadi terbaik kedua nasional dalam hal tata kelola sampah. Bukan saja pada daur ulang sampah dari tak berguna menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat, prestasi tersebut jauh lebih substansial karena berhasil mengubah paradigma dan gaya hidup masyarakat tentang pola hidup yang sehat.

“Dari Perpustakaan ini lahir ide, kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk gagasan tata kelola sampah sehingga bisa terbaik kedua nasional,” tutur Arif, Minggu (7/12/2025)

Arif menerangkan, perpustakaan yang dilabeli nama Insan Cita itu bukan sekedar ruang baca, apalagi tumpukan buku, tetapi juga pusat gagasan dan pemberdayaan masyarakat. Istilah Insan Cita juga dipilih menjadi nama perpustakaan karena identik dengan manusia berpengetahuan, berakhlak, dan berkemajuan.

“Perpustakaan ini hadir sebagai motor penggerak kreativitas warga,” tuturnya.

Arif menyebutkan, pengelola perpustakaan membuka pelatihan berbasis masyarakat meliputi bimbel komputer, bahasa Inggris, dan pengelolaan sampah organik. Kemudian, untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, disediakan juga perpus keliling mengitari dusun atau kampung di desa tersebut

“Masyarakat yang pinjam buku melalui layanan perpus, kami antarkan ke rumahnya. Namanya Pintarku. Pinjam antar buku,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas perpustakaan itu sudah terjadwal, mulai dari jenjang TK, SD, sampai SMP. Termasuk menurutnya, berbagai pelatihan sudah diagendakan minimal terlaksana tiga kali dalam setahun atau percaturwulan.

‎”Kami juga kerjasama dengan kampung dongeng untuk menginspirasi anak-anak usia dini,” pungkasnya.

‎Arief mengaku, program-program yang digagasnya tidak lepas dari visi awal ketika dirinya menyalonkan kepala desa. Salah satu yang digaungkannya adalah Kertayasa menjadi Desa Pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya lahir di ruang kelas, melainkan dari ruang-ruang alternatif yang sama-sama menumbuhkan semangat belajar.

‎”Embrionya dari perpustakaan ini, salah satunya menuju desa edukasi atau pendidikan,” pungkasnya. (Icu)

Baca Juga :  Lama Tak Bergedung, KNPI Kuningan Resmikan Kantor Baru

Leave a Comment