KUNINGAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat STAI Kuningan berkomitmen menjawab krisis intelektualitas dan degradasi etika akademik di kalangan mahasiswa. Komitmen itu diperkuat kepada seluruh kader dan calon anggota baru di kampus setempat.
Karena itu, di tengah derasnya arus pragmatisme dan budaya instan, PMII siap mengawal penguatan nalar kritis sekaligus pembentukan karakter kader yang memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab kebangsaan.
Ketua Komisariat PMII STAI Kuningan, Ahmad Fadlan Hudaya, menegaskan bahwa tantangan utama mahasiswa hari ini bukan semata keterbatasan akses ilmu, melainkan kemampuan memilah pengetahuan dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Di era disrupsi, kita dihadapkan pada limpahan informasi. Tantangannya bukan lagi soal tahu atau tidak tahu, tetapi sejauh mana ilmu itu membentuk sikap dan keberpihakan kita pada nilai kebenaran dan keadilan,” ujarnya, usai menggelar MAPABA di kampus setempat, Selasa (6/1/2026)
Lebih lanjut, ia menilai MAPABA sebagai pintu masuk kader PMII harus membuka dan memahami peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, bukan sekadar pelengkap dalam dinamika kampus.
