KUNINGAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Kuningan, Selasa (6/1/2026), bertempat di Ruang Rapat Banggar DPRD Kuningan.
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) PPSI, sekaligus penguatan peran seni budaya pencak silat sebagai warisan leluhur yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Dalam pertemuan itu juga ditekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna membakar semangat pembinaan terhadap 41 paguron (perguruan silat) yang berada di bawah naungan DPD PPSI Kabupaten Kuningan.
Selain itu, PPSI Kuningan turut mendorong agar pencak silat dapat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di dunia pendidikan formal maupun informal di Kabupaten Kuningan, sebagai upaya regenerasi dan pelestarian budaya sejak dini.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Jajang, dari Fraksi PKS, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian seni dan budaya silat. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendorong DPD PPSI Kabupaten Kuningan sebagai mitra strategis dalam membangun sinergi antara DPRD, pemangku kepentingan terkait, serta lembaga pendidikan.
Adapun sejumlah program strategis yang dipaparkan DPD PPSI Kabupaten Kuningan meliputi pelaksanaan Konferda, pembinaan paguron, program peningkatan kapasitas pesilat seperti senam silat massal dan pasanggiri, pengadaan sekretariat DPD PPSI Kabupaten Kuningan, pengukuhan DPC PPSI se-Kabupaten Kuningan, serta berbagai program kerja insidentil lainnya.
Program-program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat peran paguron sebagai penggerak seni budaya silat, sekaligus memberikan ruang nafas yang lebih luas bagi paguron agar tetap eksis dan berdaya di wilayahnya masing-masing.
Ketua DPD PPSI Kabupaten Kuningan, Muhammad Ali Subhan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan. Ia menegaskan bahwa PPSI Kuningan berkomitmen menjaga marwah silat sebagai identitas budaya sekaligus sarana pembinaan karakter generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan dukungan Komisi II DPRD Kuningan. Selama ini, PPSI Kuningan telah melaksanakan berbagai agenda pembinaan tanpa menggunakan anggaran APBD. Audiensi ini menjadi semangat baru bagi kami untuk membangun kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Ali Subhan.
Ia menambahkan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan Ketua Komisi II dengan menyusun proposal kegiatan yang komprehensif, mencakup konsep acara, sasaran peserta, skema pelaksanaan, serta kebutuhan dukungan dari berbagai pihak.
“Bagi kami, silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, tetapi juga perekat iman dan penjaga peradaban. Karena itu, PPSI Kuningan akan terus berupaya menjadikan silat sebagai pilar pembinaan budaya, moral, dan karakter masyarakat Kuningan,” pungkasnya. (Icu)
