Cikalpedia
”site’s ”site’s
Ceng Pandi

HMI Dorong Pimpinan BAZNAS Diperkuat Kalangan Muda

Ketua Umum HMI Kuningan, M. Naufal Harits

KUNINGAN – Tahap pendaftaran calon komisioner BAZNAS Kabupaten Kuningan memasuki hari ketiga sejak diumumkan, Kamis (15/1/2026). Tahapan perubahan kepemimpinan itu membuka harapan baru untuk tata kelola BAZNAS supaya lebih baik. HMI Kuningan menilai, komisioner BAZNAS sudah saatnya dipimpin kelompok muda.

Ketua Umum HMI Kuningan, Muhammad Naufal Harits, menerangkan, sosok muda merupakan energi baru bagi BAZNas Kabupaten Kuningan. Komposisi itu dianggap ideal supaya kontribusi BAZNAS dalam mengelola uang umat bisa lebih produktif dan berdampak nyata pada penciptaan para agniya atau muzaki baru di Kabupaten Kuningan.

“Sesuai persyaratan minimal 40 tahun kan? Saya kira usia tersebut cocok untuk memimpin BAZNAS ke depan. Harus yang muda. Kami dorong senior-senior yang masih muda,” tuturnya, Sabtu (17/12026)

Menurutnya, sosok muda di Kuningan sangat berlimpah untuk memimpin lembaga pengelola uang umat tersebut. Selain dari unsur organisasi masyarakat Islam dan pemerintah, peran akademisi, pengusaha, praktisi, dan aktivis perempuan juga harus turut serta mewakafkan diri untuk kebaikan umat ke depan.

“Kuningan banyak tokoh muda yang kompeten. Dari unsur ormas ada Kang Iim Suryahim representasi NU dan akademisi, Kang Aang Asyari dari unsur NU, ulama, dan juga akademisi, ada Kang Maman Sulaeman dan Kang Jalil Hermawan dari unsur Muhammadiyah, Kang Dedi Hendriana dari internal BAZNAS, dan Kang Asfa dari NU dan keterwakilan aktivis. Banyak, belum dari unsur PUI dan organsiasi lainnya,” sebutnya.

Selain sosok muda, menurutnya, pimpinan BAZNAS juga harus merepresentasikan segmen masyarakat yang berpotensi menjadi pembayar zakat. Selain unsur organisasi Islam yang sering dijadikan keterwakilan inti, seleksi kali ini harus terbuka dan diperkuat juga untuk unsur perempuan dan pengusaha yang terbukti positif dalam manajemen organisasi dan keuangan. Hal itu tidak kalah penting karena para pembayar zakat bukan dari unsur ormas dan pemerintah saja.

Baca Juga :  Iwan Bule Serahkan Alat Olahraga di Luragung, Dorong Semangat Pemuda Berprestas

“Unsur pengusaha juga bisa mengulang kepemimpinan BAZNAS periode Pak Haji Rokhmat Ardiyan dan Pak Haji Uba. Ada sosok sukses seperti Kang Cecep Hendi, Kang Dadan pemilik Kopi Hawu, dan lain sebagainya. Unsur perempuan dan pengusaha juga harus dihadirkan, bahkan diperkuat supaya bisa menjadi penyeimbang tata kelola keuangan yang lebih berdampak, selain dari sisi syar’i atau fiqhnya,” tuturnya.

Naufal menegaskan, kepemimpinan muda di tubuh BAZNAS juga berpotensi memperkuat kepercayaan publik, khususnya dari kalangan generasi produktif, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang profesional dan akuntabel. Dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif, BAZNAS diharapkan mampu mengembangkan sistem pengelolaan zakat yang transparan serta responsif terhadap kebutuhan umat.

Related posts

Dian : Kuningan Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Cikal

23 Tahun RS Juanda, Melayani Hingga Jadi Pilihan Utama

Alvaro

Polemik Klaim Penyelesaian Tunda Bayar, Yaya Minta Fakta Fiskal Dibuka

Alvaro