KUNINGAN — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Kabupaten Kuningan tidak hanya diisi dengan seremoni politik. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menunjukkan kepedulian sosial, khususnya kepada penyandang disabilitas dan anak yatim piatu.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kuningan sekaligus Ketua Pelaksana HUT ke-18 Gerindra, Sri Laelasari, dalam sambutannya pada kegiatan puncak peringatan HUT yang digelar Minggu (8/2/2026).
Menurut Sri, sejak awal Gerindra berkomitmen untuk tidak sekedar hadir dalam ruang politik elektoral, tetapi juga berada di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan perhatian dan bantuan nyata.
“Partai yang berlogo burung garuda ini selalu berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan anak yatim piatu,” ujar Sri.
Ia mengungkapkan, rangkaian kegiatan sosial telah dilakukan jauh sebelum acara puncak peringatan HUT. Salah satunya berupa bantuan pemasangan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, pada Jumat kemarin kami telah melaksanakan pemasangan kaki dan tangan palsu untuk 20 orang di Sumedang. Kegiatan itu terlaksana karena kami bermitra dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan salah satu yayasan sosial,” kata Sri.
Selain itu, dalam kegiatan HUT di Kuningan, Partai Gerindra juga menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
Bagi Sri, aktivitas sosial tersebut mencerminkan semangat Gerindra yang tidak hanya berfokus pada kontestasi kekuasaan, tetapi juga pada kepentingan rakyat secara langsung.
“Gerindra tidak hanya mengurusi politik. Kami berupaya membantu kebutuhan masyarakat sesuai dengan moto kami yaitu kompak, bergerak, dan berdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan, komitmen partainya adalah terus memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, baik melalui jalur politik maupun aksi-aksi sosial yang konkret.
Dalam kesempatan itu, Sri juga menyoroti persoalan atribut partai yang terpasang di berbagai ruas jalan selama rangkaian peringatan HUT. Ia mengimbau seluruh kader untuk segera membersihkannya setelah kegiatan puncak selesai.
“Setelah acara ini, saya berharap seluruh kader bersama-sama membersihkan atribut partai yang ada di ruas jalan, sesuai arahan Sekjen DPP Gerindra,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik, sekaligus menunjukkan kedewasaan berpolitik.
Sri juga menanggapi kegiatan kerja bakti massal atau korve yang dilakukan kader Gerindra, mulai dari lingkungan kantor DPC hingga taman-taman kota. Ia menilai kegiatan itu sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum DPP Gerindra.
“Kami mengapresiasi kekompakan kader Gerindra Kuningan yang membersihkan lingkungan. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kepedulian terhadap ruang hidup bersama,” tuturnya.
Ia berharap, kegiatan bersih-bersih dan aksi sosial lainnya tidak hanya dilakukan saat peringatan HUT, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijaga.
“Jangan berhenti di momentum perayaan. Jadikan kepedulian sosial dan lingkungan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari kader Gerindra,” ujar Sri.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Gerindra Kuningan berupaya menegaskan bahwa politik tidak semata soal kekuasaan, tetapi juga tentang keberpihakan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Dalam perayaan usia ke-18 ini, partai berlambang garuda itu ingin menunjukkan bahwa kerja politik dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial. (icu)
