BANDUNG— Bank BJB terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi keuangan yang aktif mendorong kesejahteraan tenaga kerja, khususnya generasi muda. Melalui penguatan layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menyiapkan fondasi keuangan jangka panjang bagi pekerja sejak usia produktif.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Program DPLK bagi Pekerja Magang Indonesia bersama sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Penandatanganan berlangsung di Menara bank BJB, Bandung, Kamis, (5/2/2026).
Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini mengatakan, pengembangan DPLK merupakan bagian dari strategi jangka panjang bank bjb untuk menghadirkan solusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut dia, perencanaan pensiun tidak seharusnya hanya menjadi perhatian menjelang masa purna tugas, tetapi perlu dipersiapkan sejak dini.
“Melalui program DPLK bjb siap, kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan finansial adalah kebutuhan dasar, termasuk bagi peserta magang dan tenaga kerja muda,” kata Nunung.
Program DPLK bjb siap dirancang untuk memberikan perlindungan finansial sejak masa produktif hingga pensiun. Dalam kerja sama ini, bank bjb menggandeng LPK Komatsu Training Center, LPK Kagayaki, LPK Ji Trust, LPK Mirai Nusantara, LPK Mulia Mandiri Indonesia, LPK Asta Karya, dan LPK Mamoru Global Partners. Sementara LPK Amanat Negeri Sakura telah lebih dahulu menjalin kemitraan dengan bank bjb sejak 2025.
Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Pimpinan Unit DPLK bank bjb Rinda Merindawati, para pemimpin cabang bank bjb di wilayah Jawa Barat, Ketua AP2LN DPW II Jawa Barat H. Endy Setiaji, serta Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Jatti Indriati.
