CIREBON — AKSA Cafe resmi membuka gerainya di Jalan Setiabudi, Kota Cirebon, dengan mengusung konsep setengah terbuka atau semi open space. Konsep ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pengunjung, mulai dari pencinta kuliner, keluarga, hingga komunitas yang gemar berkumpul.
Berdiri di atas lahan yang cukup luas, AKSA Cafe memadukan area indoor dan outdoor dalam satu kawasan yang terintegrasi. Area luar ruangan disiapkan khusus bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil merokok atau menikmati suasana terbuka. Sementara itu, area dalam ruangan dibuat lega dan nyaman untuk aktivitas makan bersama, rapat komunitas, maupun acara keluarga.
Owner AKSA Cafe, Aditya Dwiki Prasetya, mengatakan konsep tersebut dipilih untuk memberikan keleluasaan bagi pengunjung dalam memilih suasana yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Karena lahannya lumayan besar, kami buat konsep open space. Jadi yang suka nongkrong di luar bisa di outdoor, dan indoor-nya juga cukup besar,” ujar Aditya saat pembukaan AKSA Cafe, Jumat (6/2/2026).
Dengan desain tersebut, AKSA Cafe mampu menampung hingga sekitar 200 pengunjung dalam satu waktu. Kapasitas ini membuat kafe tersebut cukup fleksibel untuk digunakan sebagai tempat pertemuan komunitas, acara keluarga, hingga kegiatan skala menengah.
Segmentasi pasar AKSA Cafe pun dibuat terbuka. Menurut Aditya, pihaknya tidak membatasi target pengunjung pada kelompok tertentu. Anak muda, keluarga, hingga komunitas profesional dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Kami ingin tempat ini bisa dinikmati semua kalangan. Mau nongkrong, kerja kelompok, atau acara keluarga, semuanya bisa,” katanya.
Dari sisi kuliner, AKSA Cafe lebih menonjolkan menu khas Nusantara sebagai andalan utama. Beberapa menu unggulan yang ditawarkan antara lain iga bakar, sop iga, rawon, soto Betawi, dan nasi ayam. Menu-menu tersebut dipilih untuk menjawab selera masyarakat yang masih kuat terhadap masakan tradisional.
Meski fokus pada cita rasa lokal, AKSA Cafe tetap menyediakan menu western sebagai pelengkap. Aneka pasta dan spaghetti disiapkan untuk pengunjung yang menginginkan variasi rasa.
“Kalau menu, kami lebih fokus ke Nusantara. Tapi menu western juga tetap ada,” ujar Aditya.
Dari sisi operasional, AKSA Cafe buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WIB pada hari biasa. Khusus akhir pekan, jam operasional diperpanjang hingga pukul 01.00 WIB. Untuk menambah daya tarik, pengelola juga menghadirkan hiburan live music pada waktu-waktu tertentu.
Menjelang bulan Ramadan, AKSA Cafe telah menyiapkan berbagai paket buka puasa bersama. Paket tersebut disesuaikan dengan jumlah peserta, mulai dari empat orang, delapan orang, sepuluh orang, hingga rombongan besar mencapai 50 orang.
“Biasanya Ramadan permintaan untuk buka bersama cukup tinggi, jadi kami siapkan paket khusus,” kata Aditya.
Dari segi harga, AKSA Cafe menawarkan menu yang relatif terjangkau. Harga makanan dibanderol mulai dari 26 ribu rupiah. Sementara menu premium seperti iga bakar dan soto Betawi berada di kisaran 60 ribuan.
“Dengan 26 ribu, pengunjung sudah bisa nongkrong dan menikmati menu di sini. Jadi sangat terjangkau,” ujarnya.
Dengan konsep ruang terbuka, kapasitas besar, serta menu yang beragam dan terjangkau, AKSA Cafe optimistis dapat menjadi salah satu destinasi kuliner dan ruang berkumpul baru di Kota Cirebon. (Frans)
