KUNINGAN — Manajemen RS Juanda Kuningan meresmikan perluasan ruang poliklinik melalui acara syukuran sederhana, Selasa (10/2/2026). Di balik seremoni tersebut, rumah sakit swasta itu menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga pembenahan sikap dan budaya kerja seluruh sumber daya manusia.
Owner RS Juanda, Hj. Rini Sujiyanti, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Rini menyampaikan bahwa selesainya perluasan poliklinik bukanlah titik akhir dari upaya peningkatan layanan. Menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar rumah sakit benar-benar mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pasien.
“Pembangunan ini bukan berarti tugas kami selesai. Justru masih banyak PR yang harus kami kerjakan untuk memenuhi kewajiban kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujar Rini di hadapan jajaran manajemen, tenaga medis, dan tamu undangan.
Rini menilai, pembangunan infrastruktur hanya satu bagian dari proses panjang peningkatan mutu layanan kesehatan. Faktor yang jauh lebih menentukan, kata dia, adalah kesiapan dan kualitas sumber daya manusia dalam melayani pasien secara ramah, cepat, dan profesional.
“Saya perlu waktu untuk mempersiapkan semuanya. Doanya hari ini, dalam syukuran ini, semoga kami bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata Rini.
Ia menekankan pentingnya pelayanan yang berangkat dari nilai-nilai dasar kemanusiaan. Menurut Rini, pelayanan kesehatan ideal harus dimulai dari hal sederhana, seperti senyum, sapaan, dan empati kepada pasien yang datang dengan kondisi fisik dan psikologis yang beragam.
“Pelayanan harus dimulai dari senyum. Budaya senyum, salam, dan sapa harus menjadi kebiasaan di semua lini,” ujarnya.
Istri almarhum dr. Sardjono itu mengingatkan bahwa pelayanan terbaik bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter dan perawat, tetapi juga seluruh unsur pendukung rumah sakit, mulai dari petugas administrasi, tenaga penunjang medis, hingga petugas layanan lainnya.
“Service kepada pasien harus dilakukan oleh semua lini. Pasien tidak boleh merasa diabaikan, sekecil apa pun perannya,” kata dia.
Dalam pandangannya, pasien bukan sekedar objek layanan kesehatan, melainkan manusia yang datang dengan harapan untuk sembuh dan mendapatkan perhatian. Karena itu, pendekatan humanis dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Selain meningkatkan kenyamanan pasien, perluasan poliklinik ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi tenaga medis dan non-medis. Rini menyebut, ruang pelayanan yang memadai akan berpengaruh terhadap semangat kerja dan kualitas layanan yang diberikan.
“Dengan adanya perluasan ini, kami berharap lingkungan pelayanan menjadi lebih nyaman dan aman, baik untuk pasien maupun staf,” ujarnya.
Rini juga berharap penambahan ruang dan fasilitas baru dapat meningkatkan kapasitas layanan RS Juanda. Selama ini, tingginya jumlah kunjungan pasien kerap berdampak pada lamanya waktu tunggu pelayanan.
“Kami berharap kapasitas meningkat, waktu tunggu bisa berkurang, dan kualitas perawatan menjadi lebih baik,” kata Rini.
Lebih jauh, ia berharap RS Juanda dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat Kabupaten Kuningan dalam mendapatkan layanan kesehatan.
“Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran agar RS Juanda bisa menjadi pilihan utama masyarakat Kuningan,” tuturnya.
Acara syukuran berlangsung khidmat dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Sejumlah tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta mitra rumah sakit turut hadir memberikan dukungan.
Melalui perluasan poliklinik ini, RS Juanda menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam membangun pelayanan kesehatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. (ali)
