BANDUNG – Di tengah gemerlap panggung Grand Final Duta Pariwisata Jawa Barat 2026, nama Adrian menggema sebagai salah satu sosok yang mencuri perhatian. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Kuningan itu sukses meraih Juara 2 sekaligus menyabet penghargaan Duta Inspiratif dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Ajang yang berlangsung di Golden Flower Hotel Bandung, Bandung, pada 6–8 Februari 2026 itu menjadi panggung pembuktian bagi Adrian. Selama tiga hari penuh, para finalis menjalani rangkaian kegiatan padat, mulai dari pra-karantina, penjurian tertutup, pembekalan materi, hingga presentasi program advokasi. Atmosfer kompetisi terasa intens, namun tetap sarat kolaborasi.

Bagi Adrian, prestasi ini bukan semata tentang gelar. Penghargaan Duta Inspiratif yang ia terima menjadi penanda penting dari kerja panjang yang ia bangun sejak setahun terakhir. Bersama SAS Forum Kuningan, Adrian merancang program re-branding destinasi wisata di Kabupaten Kuningan. Program tersebut menargetkan enam lokasi wisata untuk dikembangkan secara berkelanjutan, dengan pendekatan promosi digital, pelibatan masyarakat lokal, serta penguatan narasi budaya.

“Bagi saya, pariwisata bukan hanya soal destinasi yang indah, tapi tentang cerita, identitas, dan keberlanjutan,” ujar Adrian.

Latar belakangnya sebagai mahasiswa sastra menjadi modal penting dalam meramu narasi wisata yang tidak sekadar menjual panorama, tetapi juga nilai.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada kampus dan lingkungan akademiknya. Dukungan dari dosen, rekan mahasiswa, serta keluarga menjadi fondasi yang membuatnya mampu bertahan di tengah tekanan kompetisi. “Prestasi ini bukan milik saya sendiri. Ini hasil kerja kolektif,” katanya.

Menariknya, Adrian bukan tipikal duta pariwisata yang hanya mengandalkan penampilan. Ia aktif turun langsung ke lapangan, berdialog dengan pengelola wisata, hingga menyusun konsep promosi berbasis komunitas. Pendekatan ini membuat program advokasinya dinilai memiliki dampak nyata.

Bagi generasi muda Kuningan, capaian Adrian menjadi semacam penanda bahwa jalur akademik, kreativitas, dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan. Dari ruang kelas PBSI Uniku hingga panggung pariwisata Jawa Barat, ia menunjukkan bahwa prestasi lahir dari konsistensi, kerja senyap, dan keberanian membawa identitas daerah ke ruang yang lebih luas.
Ke depan, Adrian berharap keterlibatannya di dunia pariwisata tak berhenti pada kompetisi. Ia ingin terus menjadi jembatan antara generasi muda, budaya lokal, dan masa depan pariwisata Kuningan yang berkelanjutan. (Ali)