Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Diangkut Tiga Kali Seminggu, Sampah Desa Sindangsari Tetap Menggunung

KUNINGAN – Sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) yang berada di Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung terus menggunung. Hal itu dikeluhkan oleh para pemudik yang kerap melintas di area tersebut.

‎Mohammad Iqbal, salah seorang pemudik dari Jakarta mengaku terganggu dengan kondisi tumpukan sampah yang melebar hingga ke sebagian badan jalan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi tersebut juga dinilai mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan, terutama di momen arus mudik dan balik Idulfitri.

‎”Baunya cukup menyengat, apalagi saat siang hari. Harusnya di momen seperti ini bisa lebih diperhatikan, karena banyak pemudik yang melintas,” ujarnya.

‎Tak hanya bau, tumpukan sampah yang meluber juga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan. Beberapa pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan karena sebagian sampah terlihat berserakan hingga mendekati ruas jalan.

‎Pantauan Cikalpedia.id, tumpukan sampah tersebut juga mendekati area persawahan warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran lingkungan. Selain merusak pemandangan, sampah yang menumpuk berpotensi mencemari tanah dan saluran air di sekitar area pertanian.

‎Sementara itu, Andi, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan mengungkapkan bahwa TPSS tersebut sepenuhnya dikelola oleh pihak pemerintah desa. Meski demikian, kata dia, DLH rutin mengangkut sampah yang tidak bisa didaur ulang atau biasa disebut sampah residu.

‎”Sesuai MoU dengan pihak Pemdes, DLH hanya mengangkut residu sampah,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Cikalpedia.id, Senin, (23/3/2026).

‎Lebih lanjut, ia mengaku sampah residu sudah diangkut oleh petugas DLH sebanyak tiga kali dalam seminggu. Namun begitu, ia tidak menampik bahwa volume sampah yang meningkat drastis, terutama pasca Idulfitri, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengangkutan dan pengelolaan di tingkat TPSS.

‎”Kami sudah mengangkut sampah sesuai dengan kerja sama antara Pemdes dan DLH, kalau tidak salah sebanyak tiga kali dalam seminggu,” katanya.

‎Sementara itu, saat dikonfirmasi Cikalpedia, Pemdes setempat enggan memberikan keterangan resmi tetapi membenarkan adanya MoU atau kesepakatan antara Pemdes dan DLH. (Icu)

Baca Juga :  Masuk Ramadan, PAM Tirta Kamuning Tingkatkan Debit Air dari Sumber Baru