Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Perubahan Status dan Kendaraan Jadi Faktor Penumpukan Sampah Sindangsari

KUNINGAN – Kepala Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, Reni Rohani, angkat bicara mengenai gunungan sampah di desanya. Menurutnya, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) itu terkendala sejak dijadikan pilot project Bank Sampah Umum (BSU) oleh Pemkab Kuningan.

Sampah yang dipusatkan di areal pesawahan sekaligus jalan alternatif penghubung Desa Sindangsari dan Cijoho itu kian mengkhawatirkan. Volumenya terus meningkat hingga menutup badan jalan. Tak ayal, kondisi itu mencuri perhatian warga dan beberapa waktu terakhir ini terus dipersoalkan.

‎Menurut Reni, TPS sementara itu beroperasi sejak tahun 2017. Pada mulanya, pengelolaan sampah di tempat itu berjalan lancar melalui kerjasama antara desanya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan. Pengangkutan ke TPSA Ciniru pun dilakukan rutin tiga kali dalam seminggu.

“Sampai tahun 2024 tidak pernah terjadi penumpukan berarti,” tuturnya, Rabu (25/3/2026).

‎Namun menurutnya, situasi berubah ketika pada penghujung 2024 TPSS Sindangsari ditunjuk sebagai pilot project Bank Sampah Umum (BSU). Program tersebut bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Pengelola BSU pun dibentuk oleh dinas, dengan melibatkan beberapa desa, termasuk Sindangsari dan Cipari.

‎Sayangnya, implementasi program tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Keterbatasan modal membuat pengelola BSU hanya mampu memilah sampah organik dan anorganik, tanpa sanggup menangani residu untuk diangkut ke TPSA.

Baca Juga :  Rumah Nenek Sarniti Akan Dibedah, Sekda Kuningan Tinjau Lokasi Rutilahu