Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

HMI Soroti Persoalan Sampah Kuningan

Pertemuan HMI dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Kamis (30/4/2026)

KUNINGAN – Kepedulian terhadap persoalan lingkungan terus ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuningan. Kali ini, mereka menyambangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Kamis, (30/4/2026).

‎Di dalam pertemuan itu, HMI menggali lebih dalam akar permasalahan sampah yang kian kompleks. Pasalnya, sebelum melakukan diskusi dengan DLH, seminggu yang lalu, sejumlah pengurus HMI melakukan observasi ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang berada di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana.

‎Hasil dari observasi itu, tak sedikit warga mengeluhkan keberadaan sampah yang menggunung. Mulai dari bau yang tak sedap hingga potensi pencemaran lingkungan yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

‎Ketua HMI Kuningan, Muhammad Naufal Harits, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sudah menjadi persoalan sosial dan kultural yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

‎“Kami ingin memastikan bahwa ada langkah strategis yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyentuh akar persoalan, termasuk edukasi dan perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

‎Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Kuningan, Riyan Sukma Maulana. Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal dalam proses pengkajian yang akan dilakukan oleh HMI. Lebih lanjut, pihaknya akan memberikan berbagai rekomendasi dari hasil kajian yang akan digelar dalam waktu dekat.

‎”Pasca pertemuan dengan DLH, kami akan mengkaji persoalan sampah secara komprehensif, mulai dari aspek lingkungan, ekonomi, hingga regulasi. Insyaallah, dalam waktu dekat kajian tersebut akan kami kemas dalam kegiatan Ngobrol Perkara Daerah (Ngopda) Volume 2,” tuturnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas LH Kuningan,  Usep Sumirat, mengapresiasi kepedulian HMI terhadap isu lingkungan, khususnya persoalan sampah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi energi positif dalam mendorong kesadaran publik sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut.

‎Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan dalam sistem pengelolaan sampah, mulai dari peningkatan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penguatan program pengurangan sampah dari sumbernya, hingga edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Tuti Ingatkan Standar Keselamatan Kerja

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi