Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

RLS Jadi Tantangan Pendidikan di Kuningan

Bupati Kuningan saat memimpin upacara bendera Hari Pendidikan di Pandapa Paramarta, Sabtu (2/5/2026)

KUNINGAN – Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan diakui sebagai investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar  dalam momentum upacara hardiknas yang dilaksanakan di Lapangan Pandapa, Sabtu, (2/5/2026).

‎Ia mengakui bahwa sektor pendidikan di Kuningan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar. Mulai dari rata-rata lama sekolah (RLS) yang masih relatif rendah, pemerataan infrastruktur pendidikan yang belum optimal, hingga kualitas dan distribusi tenaga pendidik yang belum merata.

‎“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menyebut, saat ini rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kuningan berada di angka 7,91. Angka tersebut, kata dia, menjadi indikator penting yang harus terus didorong agar meningkat, seiring dengan upaya memperluas akses dan partisipasi pendidikan.

‎Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan.

‎“Kesadaran ini penting. Karena selain faktor akses, kondisi ekonomi masyarakat juga masih menjadi kendala dalam melanjutkan pendidikan,” katanya.

‎Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan solusi konkret, di antaranya dengan mendorong kemudahan akses pendidikan, mendukung program nasional seperti Sekolah Rakyat, serta mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

‎Menurutnya, optimalisasi PKBM dinilai menjadi strategi penting untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan formal, sekaligus meningkatkan capaian RLS di daerah.

‎Ia kembali menegaskan, keberhasilan pembangunan pendidikan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga masyarakat.

‎“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita optimistis kualitas sumber daya manusia di Kuningan akan terus meningkat,” tutupnya.

Baca Juga :  Logistik Pemilu 2024 Mulai Dikirim ke TPS, KPU Kuningan Pastikan Distribusi Aman