
KUNINGAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan mencatat sejarah baru dalam pengembangan institusi. Untuk pertama kalinya, fakultas tersebut ditunjuk Pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) pelaksanaan Tes Substantif Seleksi Calon Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut menempatkan FKIP UNIKU sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia yang dinilai memenuhi standar penyelenggaraan seleksi nasional calon guru profesional.
Pelaksanaan tes berlangsung selama lima hari, 3–7 Agustus 2026, di Kampus FKIP UNIKU. Sebanyak 357 peserta dari berbagai provinsi mengikuti tahapan seleksi yang menjadi pintu masuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Koordinator PPG FKIP UNIKU yang juga Wakil Dekan I, Dr. Ilah Nurlaelah, mengatakan penunjukan sebagai Tempat Uji Kompetensi merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap kesiapan FKIP, baik dari sisi infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, maupun sistem penyelenggaraan.
”Kepercayaan ini menjadi tonggak penting bagi kami. Penunjukan sebagai TUK menunjukkan bahwa institusi kami dinilai siap memenuhi standar yang ditetapkan Direktorat Pendidikan Profesi Guru,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Ia memastikan seluruh rangkaian tes dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang ujian representatif, perangkat teknologi, hingga tim pelaksana telah dipersiapkan untuk menjamin kelancaran proses seleksi.
Sementara itu, Dekan FKIP UNIKU, Dr. Asep Jejen Jaelani, menilai amanah tersebut bukan sekadar menjadi penyelenggara tes, tetapi juga menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas di tingkat nasional.
”Ini bukan hanya pelaksanaan tes, tetapi pengakuan bahwa kami memiliki kualitas, tata kelola, dan sumber daya yang dipercaya untuk menyelenggarakan salah satu tahapan penting dalam seleksi calon guru Indonesia,” katanya.
Menurutnya, lamgkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah memperluas peran, tidak hanya sebagai lembaga pencetak guru, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
Ia optimistis kepercayaan sebagai TUK PPG akan membuka peluang kerja sama dan mandat strategis lainnya dari pemerintah maupun berbagai mitra pendidikan.
Selain menjadi bagian dari proses seleksi nasional, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah juga dinilai menjadi kesempatan memperkenalkan kualitas akademik, fasilitas kampus, serta budaya mutu yang selama ini dibangun UNIKU.
”Para peserta tidak hanya mengikuti tes, tetapi juga dapat melihat langsung atmosfer akademik Universitas Kuningan yang terus berkembang dan berinovasi,” ungkapnya.
Rektor UNIKU, Dr. Anna Fitri Hindriana, menyebut penunjukan tersebut sebagai kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijawab dengan penyelenggaraan yang profesional dan berintegritas.
Menurutnya, kepercayaan dari pemerintah semakin memperkuat posisi Universitas Kuningan sebagai perguruan tinggi yang mampu mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.
”Kepercayaan ini merupakan kehormatan bagi Universitas Kuningan. Kami akan menjawab amanah tersebut dengan penyelenggaraan yang profesional, objektif, dan berintegritas,” ujarnya.
Anna menambahkan, keberhasilan menjadi Tempat Uji Kompetensi PPG menjadi salah satu indikator bahwa UNIKU terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan mutu, inovasi, dan pelayanan akademik berkualitas.




