KUNINGAN – Setelah menunggu hampir 16 tahun, futsal Kabupaten Kuningan kembali mendapat kesempatan tampil di panggung kompetisi Jawa Barat. Tim futsal putra dan putri Kuningan resmi dilepas untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Piala Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.

Pelepasan berlangsung di sela Final Proton Super Cup di GOR Ewangga, Kuningan, Selasa (18/8/2026) malam. Selain Kejurda, kedua tim juga diproyeksikan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta para pemain tidak sekadar datang sebagai peserta. Ia ingin skuad Kuningan menunjukkan bahwa daerahnya memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah yang selama ini dikenal sebagai kekuatan futsal Jawa Barat, seperti Kota Bandung dan Kota Bekasi.

“Kalian itu bukan kebanggaan diri sendiri, klub, atau keluarga saja, tapi sudah menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan. Kita buktikan Kuningan pun harus dilirik sebagai kekuatan futsal yang luar biasa,” kata Dian.

Menurut dia, kemampuan individu saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan. Disiplin, kerja sama, sportivitas, serta kepatuhan terhadap strategi pelatih menjadi modal penting ketika menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih merata.

“Siapa yang disiplin, giat berlatih, tangguh, dan sportif, itulah juara,” ujarnya.

Dian melihat geliat futsal Kuningan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan arah berbeda. Salah satu pemicunya adalah keberhasilan Proton FC Kuningan menjuarai Pro Futsal League 2 Indonesia 2026.

Keberhasilan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa pemain dan talenta dari Kuningan memiliki peluang untuk bersaing di level nasional jika mendapatkan pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.

Kembali Setelah Hampir 16 Tahun

Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, mengatakan tim yang dilepas merupakan hasil penyaringan dari para pemain futsal terbaik di Kabupaten Kuningan. Ia berharap dukungan masyarakat ikut mengiringi perjuangan tim di Kejurda dan Kualifikasi Porprov.

Thony menyebut keikutsertaan kali ini bukan sekadar agenda kompetisi. Ada penantian panjang yang hendak diputus.

“Setelah hampir 16 tahun, alhamdulillah kita bisa membuktikan dan menulis sejarah bahwa futsal Kuningan akhirnya kembali berdiri di panggung yang lebih tinggi, Provinsi Jawa Barat,” ujar Thony.

Thony juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, terutama Bupati Dian, yang dinilai ikut mendorong perkembangan futsal daerah.

Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kompetisi. Menurut Thony, tampil di tingkat provinsi harus menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun ekosistem futsal Kuningan.

Dian pun berharap perjalanan tim kali ini melahirkan lebih banyak pemain potensial. Ia bahkan melihat peluang munculnya pemain Kuningan yang kelak mampu menembus tim nasional.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, tim Kejurda Futsal Kabupaten Kuningan secara resmi saya nyatakan dilepas. Terus berlatih, tidak boleh pesimis, insyaallah masa depan cerah,” kata Dian. ***