KUNINGAN – Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Ciremai yang masih berlangsung, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan. Kali ini, api membakar lahan berisi tumpukan batok kelapa dan serbuk gergaji di tepi Jalan Raya Nanggerang Karangmangu, Jumat, (23/10/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi di lahan milik warga di Desa Nanggerang, Kecamatan Jalaksana, tersebut sempat menimbulkan kepulan asap yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Kondisi angin yang cukup kencang serta material yang terbakar dalam jumlah cukup banyak dikhawatirkan membuat api merambat ke area lain.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas kemudian diberangkatkan pada pukul 16.15 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan pemadaman.

“Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan karena material yang terbakar berupa batok kelapa dan serbuk kayu dengan kedalaman mencapai kurang lebih delapan meter. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra,” ujar Andri.

Sebanyak lima personel Regu 3 UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tiga jam, hingga pukul 19.30 WIB, dengan menghabiskan tiga tangki air atau sekitar 10.500 liter.

Penanganan kebakaran juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Jalaksana, aparat desa, serta masyarakat sekitar. Berkat kerja sama petugas dan unsur terkait, api berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan awal di lokasi dan hasil pengumpulan informasi dari sejumlah saksi, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Meski demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan informasi awal di lapangan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriyani, menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut, terlebih saat penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai masih berlangsung.

Ia mengingatkan bahwa kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko api menyebar dengan cepat dan membahayakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

Dirinya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di sekitar lahan kering dan kawasan yang rawan terbakar. Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar,” imbaunya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas pemadam kebakaran, jajaran kepolisian, aparat desa, dan masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran.

Menurutnya, kepedulian serta tanggung jawab bersama sangat dibutuhkan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi bisa muncul di lahan milik warga, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan material mudah terbakar menumpuk di satu lokasi,” tuturnya.***