KUNINGAN — Keheningan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Blok Batuluhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pecah pada Minggu malam (18/10/2026. Di tengah keremangan rimba sekitar pukul 19.40 WIB, sesosok jasad pria ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan jejak luka tajam di area wajah dan kepala.

Identitas korban belakangan terungkap sebagai DP (25 tahun), seorang pedagang warga Klangenan, Kabupaten Cirebon. Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan warga lokal yang tengah melintasi jalur tersebut untuk mencari pakan memancing.

Di tepi jalan yang sepi, perhatian warga tertahan oleh keberadaan sebuah sepeda motor Yamaha Lexi merah bernomor polisi E 5214 HM. Kendaraan yang terparkir tanpa pemilik di area terpencil itu menimbulkan keganjilan. Langkah penelusuran menyusuri semak sekitar pun dilakukan, hingga berujung pada temuan tubuh DP yang membujur kaku dalam posisi terlentang.

Jejak Luka dan Teka-Teki Penyebab Kematian

Laporan temuan warga segera diteruskan ke Pemerintah Desa Padabeunghar sebelum akhirnya ditangani Polsek Pasawahan. Tak berselang lama, tim Unit Reserse Kriminal Polsek Pasawahan bersama personel siaga Polres Kuningan diterjunkan ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan pengamanan barang bukti.

Kondisi fisik korban yang menunjukkan luka pada area vital kepala dan wajah memperkuat dugaan adanya peristiwa kekerasan sebelum korban meregang nyawa. Guna memastikan penyebab pasti kematian, jasad DP dievakuasi malam itu juga ke RSUD 45 Kuningan untuk menjalani visum et repertum serta autopsi medis.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan penanganan kasus penemuan jasad tersebut. Pihaknya kini tengah mengumpulkan kepingan petunjuk dari lokasi kejadian serta menelusuri riwayat aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas.

“Iya betul, kami masih lakukan penyelidikan,” kata Abdul Aziz singkat saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut.

Mendalami Motif dan Aktivitas Terakhir

Hingga saat ini, kepolisian belum merilis keterangan resmi mengenai kronologi maupun motif di balik kematian pedagang muda asal Cirebon tersebut. Penyidik masih menyisir potensi saksi, melacak komunikasi terakhir korban, serta menunggu hasil pemeriksaan forensik resmi dari RSUD 45 Kuningan.

Keberadaan sepeda motor korban yang masih berada di lokasi kejadian menjadi salah satu poin penting yang tengah didalami, guna memastikan apakah peristiwa ini murni tindak pidana penganiayaan berat, pembunuhan, atau berkaitan dengan motif lain.

Publik kini menunggu kejelasan dari kepolisian untuk membongkar teka-teki kematian DP di batas rimba Gunung Ciremai tersebut. ***