Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pangandaran

Pemkab Pangandaran Salurkan 36 Ton Benih Padi untuk Pemulihan Pasca Banjir

penyerahan benih bibit padi kepada kelompok tani. (Istimewa)

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyalurkan bantuan lebih dari 36 ton benih padi kepada kelompok tani yang terdampak banjir. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni di Aula Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, pada Sabtu (13/9/2025), dan di Aula Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, pada Selasa (23/9/2025).

Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., hadir langsung dalam kedua acara tersebut, didampingi Kepala Dinas Pertanian, camat, kepala desa, serta para ketua kelompok tani. Bantuan itu disebut sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memulihkan sektor pertanian yang sempat lumpuh akibat banjir yang merendam areal persawahan di sejumlah wilayah Pangandaran.

Dalam sambutannya, Citra menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung penyediaan pangan, khususnya beras. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat yang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menyalurkan bantuan benih padi inbrida tersebut.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus menjadi titik awal pemulihan sektor pertanian di Pangandaran,” ujar Citra.

Selain benih padi, pada penyerahan tahap kedua Pemkab juga menyalurkan 115 unit hand sprayer kepada 23 kelompok tani se-Kabupaten Pangandaran. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian, setelah sebelumnya diajukan oleh Dinas Pertanian Pangandaran.

Citra menyebutkan, keberadaan hand sprayer diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani. Dengan alat tersebut, penyemprotan hama dan perawatan tanaman akan lebih efektif, sehingga kualitas hasil panen pun bisa dimaksimalkan.

“Petani Pangandaran tidak boleh patah semangat. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka bisa bangkit dan kembali menghasilkan produksi padi yang optimal,” kata dia.

Penyaluran bantuan ini mendapat sambutan positif dari kelompok tani. Mereka menilai langkah Pemkab dan pemerintah pusat menjadi bukti perhatian serius terhadap nasib petani yang baru saja dilanda bencana. Dengan tersedianya benih dan sarana pendukung, petani berharap musim tanam berikutnya bisa berlangsung lancar.

Baca Juga :  Pascabanjir, Jalur Pekalongan–Sragi Dilalui Terbatas

Banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu di Pangandaran merendam ratusan hektare sawah. Dampaknya, sebagian petani gagal panen dan mengalami kerugian signifikan. Kehadiran bantuan benih padi dan peralatan pertanian menjadi angin segar bagi mereka yang kini bersiap memulai kembali aktivitas tanam. ***

Sumber : Pangandarankab.go.id

Leave a Comment