
KUNINGAN – Krisis air bersih yang dialami warga Perumahan Korpri, Cigintung, Kecamatan Kuningan, kian meresahkan. Kondisi itu menyusul setelah informasi minimnya air di sejumlah wilayah di Kuningan.
Pasalnya, pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan kerap mengalami gangguan sejak 6 September. Hingga kini, air masih belum mengalir normal, bahkan terkadang hanya mengalir selama beberapa jam.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci. Ketidakpastian pasokan air bersih tersebut memicu kekecewaan warga yang berharap pelayanan PDAM dapat segera kembali normal.
Salah seorang warga, Jajang, mengungkapkan bahwa gangguan aliran air yang terus berulang telah membuat aktivitas rumah tangga menjadi terganggu. Warga harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar, sementara aliran dari PDAM belum menunjukkan kondisi yang stabil.
“Kalau seperti ini terus, kami kesulitan mandi dan mencuci. Air terkadang mengalir hanya beberapa jam, setelah itu kembali tidak mengalir,” keluh Jajang, Selasa, (20/10/2026).
Ia menegaskan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas, warga tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi demonstrasi. Aksi itu direncanakan sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar pihak PDAM segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi air.
“Kalau seperti ini saja, kami akan demo mengajak warga untuk geruduk ke PDAM,” tegasnya.
Ancaman aksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa warga menginginkan kepastian pelayanan air bersih. Bagi masyarakat, air bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia setiap hari untuk menunjang kehidupan rumah tangga.
“Beberapa hari ke belakang memang pernah ada petugas dari PDAM untuk memperbaiki. Cuma sekarang sulit mengalir lagi,” tuturnya.
Ia berharap pihak PDAM segera turun tangan, memberikan penjelasan mengenai penyebab terganggunya pasokan air, serta menyampaikan langkah penanganan yang terukur agar aliran air kembali normal.
Hingga persoalan itu mendapatkan penyelesaian, warga Korpri Cigintung masih harus menghadapi ketidakpastian pasokan air bersih. Mereka berharap keluhan tersebut segera mendapat respons sehingga kebutuhan dasar masyarakat tidak terus terganggu.***




