
KUNINGAN – Kerusakan bangunan SMP Negeri 1 Luragung akibat terjangan angin puting beliung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut, Selasa, (3/11/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Kuningan itu untuk memastikan dampak kerusakan sekaligus mempercepat langkah penanganan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, dan Kadisdikbud Kuningan, Dr. Carlan.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana dapat segera ditangani, sehingga tidak mengganggu keselamatan maupun aktivitas belajar mengajar para siswa.
Dian menegaskan, aspek keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta agar ruang kelas maupun bagian bangunan yang dinilai rawan akibat kerusakan untuk sementara tidak digunakan sampai dipastikan aman.
Menurutnya, kerusakan sekolah tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Terlebih, bangunan pendidikan merupakan fasilitas publik yang setiap hari digunakan oleh para siswa dan guru.
Dian juga menyebutkan bahwa Pemkab Kuningan telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk mengupayakan percepatan rehabilitasi SMPN 1 Luragung. Lebih lagi menurutnya, sekolah tersebut sebenarnya telah masuk dalam program revitalisasi.
Namun, mengingat adanya kerusakan akibat bencana dan kebutuhan penanganan yang mendesak, pemerintah daerah akan menjajaki alternatif pembiayaan melalui skema kebencanaan agar perbaikan tidak harus menunggu terlalu lama.
“Kami sudah koordinasi dengan kementerian, karena memang sebetulnya sekolah itu sudah masuk dalam revitalisasi. Tapi karena menunggu revitalisasi agak lama, kita ambil skemanya mungkin dari kebencanaan,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui koordinasi lintas pemerintah tersebut, proses perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga para siswa bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.
Peninjauan SMPN 1 Luragung tersebut merupakan bagian dari kunjungan Bupati ke sejumlah wilayah terdampak angin puting beliung di Kecamatan Luragung dan Cidahu. Berdasarkan pendataan sementara, bencana tersebut berdampak pada 10 desa dengan lebih dari seratus rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.
Selain meninjau fasilitas pendidikan, Bupati juga memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan bantuan pemerintah. Bantuan dari BPBD dan Baznas Kabupaten Kuningan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga pada masa darurat.
Pemkab Kuningan juga menyiapkan dukungan anggaran melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu perbaikan rumah warga, terutama yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Bantuan direncanakan berupa material bangunan, seperti genteng, yang akan disalurkan melalui pemerintah desa sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kuningan berupaya memastikan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pemulihan fasilitas umum, khususnya sarana pendidikan yang menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba. Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang perlu diantisipasi bersama guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di wilayah Kabupaten Kuningan.
Sebelumnya, Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Margasari, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Senin, (2/11/2026) sore.
Selain SMPN Luragung, peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 15.30 WIB itu menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan parah hingga sedang pada bagian atap.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, bencana tersebut tersebar di dua dusun, yakni Dusun 1 dan Dusun 2. “Berdasarkan pendataan tim di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, terdapat total 13 unit rumah warga serta satu fasilitas tempat mengaji yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariatif,” ujarnya.
Di Dusun 1, tercatat satu unit rumah mengalami kerusakan berat atau bergeser pada bagian atap spandek baja ringan, serta empat unit rumah lainnya mengalami kerusakan sedang pada bagian genteng.
Kemudian, dampak yang lebih luas terjadi di Dusun 2, di mana satu unit rumah permanen mengalami kerusakan total pada bagian atap baja ringan hingga menimpa rumah di sekitarnya. Selain itu, enam unit rumah warga dan satu tempat mengaji juga turut mengalami kerusakan sedang.***




