KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan memutar otak untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus melepaskan diri dari himpitan biaya pemeliharaan barang milik daerah. Lewat Kuningan Investment Summit 2026 di Kopi Botanika, Pemkab Kuningan resmi menawarkan 130 titik aset tak produktif kepada jajaran pengusaha nasional demi menggaet skema kerja sama bernilai ekonomis.

Langkah ini diambil guna mengikis beban APBD yang selama ini terus tersedot untuk biaya perawatan lahan dan bangunan mangkrak. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, era pengelolaan aset yang sebatas pencatatan administratif dan penjagaan fisik harus segera diakhiri.

“Ratusan aset ini tidak diberdayakan, sementara PAD kita terbatas. Saya ingin aset-aset ini tidak hanya dicatat dan dijaga, tapi punya nilai tambah secara ekonomis,” ujar Dian, Rabu (4/11/2026).

Pemkab membidik minimal 30 persen dari total aset yang ditawarkan—mulai dari lahan pertanian, perkebunan, peternakan, hingga area komersial—dapat segera terisi lewat skema sewa maupun Build Operate Transfer (BOT) atau bangun guna serah.

Digitalisasi dan Pangkas Biaya Operasional

Secara keseluruhan, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan Sopandi membeberkan dari 1.270 aset tanah dan bangunan milik Pemkab, terdapat 528 titik yang tidak terpakai untuk pelayanan publik. Sebanyak 295 di antaranya berstatus lahan kosong.

Deden mencontohkan, optimalisasi aset terbukti ampuh memangkas pos pengeluaran daerah. Salah satu aset Pemkab yang semula menyedot biaya perawatan hingga Rp40 juta per bulan kini bebannya beralih penuh ke pengelola usai dikerjasamakan. Contoh sukses lainnya adalah kerja sama pemanfaatan aset Botanika yang menyumbang PAD hingga Rp1,6 miliar per tahun dari akumulasi sewa, bagi hasil, dan pajak.

“Fokus awal tetap pelayanan publik. Namun sisa aset yang menganggur kita arahkan ke kegiatan bisnis agar menghasilkan PAD sekaligus menghemat anggaran pemeliharaan,” kata Deden.

Untuk menjamin kepastian hukum dan keterbukaan akses bagi calon investor, BPKAD kini merancang platform digital terpadu yang memuat data lokasi, luas, nomor sertifikat, hingga pemetaan peta digital seluruh aset daerah. Atau bisa di buka di link: jagaaset.kuningankab.go.id.***